Sukses

Dermatitis Atopi dan Bekasnya

12 Dec 2014, 11:13 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok saya ingin tanya beberapa hari yg lalu tangan saya bintik2 lalu ksatria koreng kecil2 kenapa mengganggu sy konsultasikan kedokter kulit,beliau blg bawa sy terkenal atopik dermatitis Yg mau sy tanyakan bagaimana caranya supaya tidak kambuh lagi? Dan bagaimana cara menghilangkan bekas lukanya? Terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Perlu diketahui bahwa pada keadaan ringan, bekas kehitaman dapat memudar hanya dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman) hanya tepat pada daerah bekas kehitaman atau menggunakan scrub, sebuah produk yang memiliki fungsi untuk mempercepat proses regenerasi kulit dan meluruhkan sel mati penyebab kulit kering dan atau kusam. Scrub digolongkan menjadi 2 bagian besar, mengandung butiran dan tidak mengandung butiran. Mengingat proses alami pergantian kulit terjadi selama 14-21 hari, kami sarankan Anda untuk tidak menggunakan produk ini lebih dari satu kali setiap 2 minggu agar lapisan pelindung kulit tidak terkikis.

Terapi laser pun terbukti efektif dalam mengatasi beberapa kelainan pigmen, kendati angka keberhasilan setiap individu sangat bervariasi. Beberapa jenis laser yang kerap digunakan untuk terapi ini adalah:

  1. Laser dengan pancaran sinar hijau : Flashlamp-pumped Pulsed Dye Laser (PDL) (510nm), Q Switched Neodymium: Yttrium Aluminium Garnet-532 nm (QS Nd:YAG) frekeuensi ganda
  2. Laser dengan pancaran sinar merah: QS Ruby (694 nm), QS Alexandrite (755 nm)
  3. Laser dengan pendekatan infra merah: QS Nd:YAG (1064 nm).

Laser dengan pancaran sinar hijau bekerja tidak sedalam jenis laser yang lain. Untuk itulah, laser jenis ini hanya dipergunakan untuk terapi kelainan pigmen yang berada di lapisan epidermis. Efek samping dari laser jenis ini adalah lebam dan bintik kemerahan tanda perdarahan pada kulit. Hal ini disebabkan karena sinar laser hijau diserap dengan baik oleh oxyhaemomglobin. Efek samping akan menghilang dalam waktu 1-2 minggu paska terapi, dan berkas kehitaman pada kulit pun diharapkan memudar dalam jangka waktu 4-8 minggu. Pada beberapa orang, terapi ini justru akan menyebabkan terjadinya Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH), kondisi kehitaman pada kulit.

Laser dengan pancaran sinar merah memiliki panjang gelombang yang lebih panjang sehingga dapat menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam. Atas dasar inilah laser ini kerap digunakan untuk terapi kelainan pigmen karena tidak terserap oleh haemoglobin dan tidak menyebabkan lebam atau tanda perdarahan yang lain. Laser dengan pancaran seperti infra merah memiliki kemampuan menyerap melanin, sel warna kulit, lebih lemah dibandingkan dengan dua jenis laser yang lain. Keuntungan dari laser jenis ini adalah kemampuannya untuk menembus hingga ke lapisan dalam kulit. Laser ini sangat efektif untuk mereka yang memiliki warna kulit gelap.

Selain itu, bekas kehitaman juga dapat disamarkan dengan cara pemberian krim malam yang umumnya mengandung asam retinoat, dan apabila masih ada tanda-tanda peradangan seperti yang Anda alami biasanya akan ditambahkan krim anti radang yang diresepkan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Cara lain yang dapat memudarkan atau bahkan menghilangkan bekas kehitaman yaitu prosedur chemical peeling dan atau mikrodermabrasi. Rangkaian prosedur tersebut (krim malam, chemical peeling, dan mikrodermabrasi) bekerja dengan cara mempercepat proses regenerasi kulit, sehingga sel-sel kulit baru akan lebih cepat timbul. Jangan lupa menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit dari paparan UVA dan UVB yang dapat memperburuk kondisi.

Untuk memastikan kondisi kulit dan pilihan terapi terbaik, kami sarankan Anda untuk konsul dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Kulit Anda akan dianalisa terlebih dahulu seperti kedalaman bekas kehitaman, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu, baru dipilihkan jenis krim, cairan kimia dan tindakan dengan konsentrasi / kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda. Harga dari setiap tindakan pun sangat bervariasi pada setiap lokasi dilakukannya perawatan.

Alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu atau yang disebut alergen. Apabila alergen masuk ke dalam tubuh seseorang, melalui berbagai cara, baik terhisap, tertelan, ataupun kontak dengan kulit, maka sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki alergi akan aktif dan menimbulkan reaksi yang berlebihan.

Kendati alergi bersifat genetik, seseorang tetap memiliki risiko alergi sebesar 5-15 persen tanpa mempertimbangkan ada atau tidaknya riwayat alergi pada orangtua penderita. Mengingat banyaknya alergen di luar riwayat keluarga (genetik), hendaknya Anda memperhatikan dengan lebih teliti apa yang mungkin menjadi faktor pemicu timbulnya alergi, seperti jenis makanan, kondisi udara, atau faktor pemicu lainnya.

Alergi tidak dapat hilang sepenuhnya, yang dapat dilakukan bagi penderita alergi adalah melakukan pencegahan atau penghindaran dari materi-materi yang dapat menyebabkan alergi. Maka, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi Anda dan menghindarinya.

Sudahkah Anda mengetahui faktor pencetus timbulnya kondisi ini? Apakah Anda sudah pernah melakukan tes alergi?

Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk mengetahui sebab pasti dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar