Sukses

Sering BAK Saat Demam

18 May 2015, 11:30 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok, mengapa jika saya demam sering BAK? Padahal tidak terlalu sering minum.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Sebelumnya kami ingin mengajukan pertanyaan, sejak kapan keluhan sering berkemih dirasakan? Berapa banyak air yang dikonsumsi dalam sehari, apakah Anda sering minum? Apakah terdapat keluhan anyang-anyangan atau buang air kecil tidak lampias? Apakah terdapat nyeri pada saat berkemih? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan? Banyaknya kita buang air kecil juga tergantung dari berapa banyak air yang kita konsumsi. Semakin banyak air yang kita konsumsi maka semakin banyak BAK kita. 

Ada beberapa kondisi yang sering menyebabkan buang air kecil:

  1. Infeksi Saluran Kencing: infeksi saluran kencing menyebabkan keluhan sering BAK, nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, sanitasi yang buruk, dan hubunan seksual yang tidak sehat. 

  2. Diabetes mellitus (kencing manis): ditandai dengan keluhan banyak minum, banyak makan, banyak kencing terutama pada malam hari, penurunan berat badan, dan keluhan-keluhan tidak khas lainnya.

  3. Diabetes insipidus: kekurangan hormon antidiuretik atau kurangnya respon ginjal terhadap hormon antidiuretik. Kondisi ini menyebabkan jumlah air kencing yang berlebih.

  4. Pembesaran kelenjar prostat: biasa terjadi pada pria yang sudah lanjut usianya >50 thn. Pada wanita tidak dapat terjadi.

Untuk memastikan penyebab keluhan Anda, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, misalnya urinalisis. Kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter penyakit dalam untuk diperiksa lebih lanjut. 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar