Sukses

Angkat Beban dan Tinggi Badan

12 Dec 2014, 12:13 WIB
Pria, 18 tahun.

Dear klikDokter, sy mau tanya apa benar olahraga angkat beban / Gym, itu membuat pertumbuhan tinggi badan mjd terhambat? Terlebih usia sy baru saja 18th november kemarin. Sy mulai nge-Gym 1tahun yg lalu & efek-nya begitu terasa, yaitu badan sy mjd lebih ideal/proposional. Tetapi tinggi badan terasa terhambat sedikit. Mohon penjelasan-nya Dok, trims.

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Saudara yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu genetik (keturunan), gizi, dan lingkungan. Genetik dalam hal ini adalah faktor tinggi badan kedua orangtua. Perlu diketahui bahwa penambahan tinggi badan dapat dilakukan apabila lempeng pertumbuhan yang terdapat di tulang panjang masih terbuka. Lempeng tersebut terbuka pada saat usia pubertas dan baru akan menutup pada usia 20-21 tahun. Proses pemadatan tulang dewasa akan berhenti sampai usia 35 tahun. Namun menutupnya lempeng pertumbuhan harus dibuktikan dengan foto rontgen di beberapa area tulang. Pada usia Anda, penambahan tinggi badan masih mungkin terjadi. 

Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi tinggi badan seseorang disertai tips untuk memperoleh tubuh ideal antara lain:

1. Genetik

Gen yang mempengaruhi tinggi rendah badan seseorang dinamakan HMGA2. Perubahan sebuah "huruf" dasar di kode genetik HMGA2 yakni sebuah C (disingkat dengan Cytosine) akan mempengaruhi tinggi badan seseorang. Seseorang yang hanya mendapatkan C dari salah satu orang tuanya akan lebih tinggi setengah sentimeter dari yang hanya memiliki T (disingkat dari Thymin). Begitu pula, bila seseorang memiliki C ganda akan membuat mereka lebih tinggi satu sentimeter dari yang memiliki T ganda. Masih ada lagi gen-gen yang berkaitan dengan tinggi badan. HMGA2 hanya menjelaskan 0,3 persen dari keberagaman tinggi manusia.

Adapun rumus untuk memperkirakan tinggi anak berdasarkan tinggi orangtuanya adalah :

  • Anak laki-laki= (Tinggi Ibu + Tinggi Ayah + 13) (dalam cm) dibagi 2 ± 8,5 cm

  • Anak perempuan = (Tinggi Ibu + Tinggi Ayah - 13) (dalam cm) dibagi 2 ± 8,5 cm

Rumus tersebut tidak mutlak dan merupakan perkiraan, umumnya saat mencapai dewasa kebanyakan anak dapat mencapai sekitar 10 cm dari estimasi tersebut. Hasilnya tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti asupan gizi dan nutrisi, serta aktivitas fisik.

2. Nutrisi

Tinggi badan menunjukkan kualitas gizi orang tersebut saat masa kanak-kanak dulu. Jika kualitas gizi orang itu kurang pada masa kanak-kanak dulu, orang tersebut cenderung pendek pada masa dewasanya, dan sebaliknya. Untuk menunjang pertumbuhan yang optimal di butuhkan vitamin untuk kekuatan tulang yaitu vitamin D, kalsium, dan phospor. Semua vitamin tersebut terangkum dalam makanan yg mengandung protein. baik itu protein hewan atau nabati, serta unsur sayuran hijau. contoh protein hewani yaitu: daging, ayam atau ikan, kerang, cumi, seafood lainnya, serta putih telur. contoh protein nabati yaitu: tahu tempe dan kacang2an kering lainnya seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang polong dan sebagainya. Tidak diperlukan suplemen dalam hal ini apabila kebutuhan nutrisi Anda sudah cukup.

3. Olahraga

Dianjurkan untuk melakukan olah raga yang memberikan beban pada tulang panjang kaki, misalnya atletik, lari santai, lompat tali (skipping), basket, badminton dan olahraga lain yang sejenis. Renang juga dapat membantu penambahan tinggi badan seseorang. 

Latihan angkat beban dapat memberikan efek yang baik bagi tubuh selama dilakukan dalam batas wajar. Pada usia muda, umumnya lebih dianjurkan beban yang tidak terlalu berat, dengan teknik gerakan yang tepat, dan jumlah repetisi yang lebih sering untuk melatih kekuatan otot, agar otot tetap proporsional. Selain itu pada usia Anda lempeng pertumbuhan tulang masih berkembang sehingga untuk menghindari cedera pada bagian tersebut hindari angkat beban dengan berat dan frekuensi berlebihan. Sebaiknya latihan angkat beban tersebut di bawah supervisi oleh pelatih fisik Anda untuk mencegah cedera akibat teknik yang tidak tepat. Kemudian tambahkan pula latihan aerobik (kardio) seperti berlari, bersepeda, atau dengan alat elliptical trainer agar kesehatan jantung dan metabolisme energi tetap seimbang. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar