Sukses

Keluar Flek Di Usia Tua

11 May 2015, 17:23 WIB
Wanita, 34 tahun.

Selamat sore dokter,yada yg mau sy tanyakan ibu ertua saya imusia sudah 65 tahun sring flek hampir 5 tahun,kemrin ke dokter kata dokter tempat nya berobtat harus di kuret nanti baru di observasi ulang,yang ma sy tanyakan apakah kotor yng selama berthun -tahun trtimbun di rahim tidak berbahaya?i

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Sebelum menentukan penanganan apa yang lebih tepat untuk dilakukan terhdaap ibu anda, terlebih dahulu harus ditentukan penyebab apa yang menjadi alasan dari keluhan ibu anda tersebut.

Keluarnya flek dapat diakibatkan oleh berbagai penyebab, mulai dari adanya luka pada daerah vagina, hingga gangguan pada rahim atau indung telur. Namun, keluar flek di usia tua, perlu dipertimbangkan adanya penyebab keganasan, yaitu kanker servik (kanker mulut rahim).

Setiap perempuan berisiko terkena kanker leher rahim dan di Indonesia hampir setiap jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker serviks. Resiko kanker serviks meningkat pada wanita yang sering berganti-ganti pasangan seksual, hamil di usia muda, merokok serta memiliki jumlah anak yang banyak. 

Meningkatnya kejadian kanker serviks berkaitan karena kesadaran yang kurang pada para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pasalnya, pada tahap awal, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Pada tahap awal ini,pemeriksaan pada daerah serviks menjadi sangat penting untuk mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada daerah serviks.

Gejala dan keluhan akan muncul ketika kanker serviks telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut antara lain:

  1. Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah. 
  2. Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  3. Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  4. Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  5. Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  6. Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul ataupembersihan vagina (douching).
  7. Nyeri di daerah panggul.
  8. Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  9. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Adakah dari gejala-gejala diatas yang dialami oleh ibu Anda?

Dalam menghadapi kanker serviks, hal yang terbaik adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.

Kami sarankan agar Anda kembali berkonsultasi dengan ke dokter specialis kandungan dan kebidanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Untuk itu kami sertakan juga artikel terkait, berikut ini;

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar