Sukses

Penyakit ISPA pada Anak

14 Jan 2015, 23:03 WIB
Wanita, 25 tahun.

Salam dokter, baby saya usia 7 bulan, 4 hari yang lalu saya membawanya ke dokter, karena sudah demam 3hari disertai batuk+pilek dan rewel. Pada pemeriksaan itu saya disuruh cek darah dan tes urine, tes urine hasilnya negatif, tes darah yang dilingkari dokter adalah WBC nya 17.000 yang menurut diagnosa dokter, baby saya terserang infeksi virus dan bakteri yang diagnosanya infeksi saluran pernafasan. Dan Akhirnya dokter menyarankan untuk nebulizer. dan diberi antibiotik cefila, mucopect untuk batuk, rhinos neo drop untuk pilek. dan setelah di nebul 3x katanya tidak ada perubahan, disuruh coba nebul 3x lagi, kalo tetep tidak ada perubahan suruh rontgen takutnya ada flek di paru2.. tapi nebul yang kedua tidak saya lakukan dok, saya mau konsul sama dr anak yang merawat dia saat lahir, karena waktu lahir, babyku juga tinggi leukositnya. apakah benar diagnosa dokter tersebut, kalo batuk+pilek+demam baru 3 hari sudah dinyatakan ISPA dan mengarah ke flek paru-paru? dan apakah benar untuk antibiotiknya, karena anak saya kalo periksa mesti dikasi antibiotik, akhirnya hampir tiap 3 bulan saya kunjungan ke dokter. Mohon penjelasannya ya dok ..

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Yang dimaksud saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ di sekitarnya seperti hidung, tenggorokan, ruang telinga tengah dan selaput paru. 

Penyakit ISPA dibagi dalam dua golongan, yaitu pneumonia (radang paru) dan yang bukan pneumonia seperti batuk pilek. Penyebabnya, virus, seperti Rotavirus, virus Influensa, bakteri Streptococcus pneumoniae dan bakteri Staphylococcus aureus

ISPA sendiri cukup berbahaya, karena di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) dan tuberkulosis (TB). 

Pasien dapat memiliki manifestasi klinis seperti: demam, batuk, sesak nafas, berat badan menurun, myalgia atau nyeri otot, dsb. Jika terjadi pada anak, anak dapat mengalami berbagai efek samping seperti gangguan kecerdasan, gangguan perkembangan motorik, gangguan pendengaran dan keterlambatan bicara.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Daya tahan tubuh memegang peranan penting
    Cold virus maupun virus influenza ada di sekitar kita, sehingga infeksi sangat mudah terjadi. Untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi, daya tahan tubuh berguna untuk melawan infeksi. Faktor seperti kehujanan, berenang terlalu lama, kurang tidur, terlalu capai, kedinginan dan lainnya berperan. Ketika daya tahan tubuh kurang baik karena istirahat yang kurang, asupan nutrisi kurang seimbang dan kurang olahraga, maka faktor-faktor di atas dapat memperberat infeksi virus yang telah terjadi atau mempermudah terjadinya infeksi.
  2. Dapat terjadi infeksi sekunder oleh bakteri
    Jika infeksi virus ini tidak segera sembuh maka dapat terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. Biasanya ditandai dengan dahak atau cairan ingus yang lebih kental, berwarna kehijauan, keluhan yang tak kunjung reda dan lebih lama. Pada infeksi virus influenza yang tidak segera ditangani, penyakit dapat menjadi semakin berat hingga menyebabkan radang paru. Pada tahap ini, diperlukan pengobatan antibiotik untuk proses penyembuhan.
  3. Jika dalam 2-3 hari tidak sembuh, perlu mengunjungi dokter
    Selesma dapat diatasi sendiri dengan pengobatan rumah atau pengobatan bebas untuk mengatasi keluhan. Istirahat dan cairan yang cukup, konsumsi nutrisi bergizi seimbang, sayur serta buah-buahan dapat membantu mempercepat pemulihan. Namun, jika keluhan tidak dapat diatasi sendiri dalam 2-3 hari sebaiknya segera mengunjungi dokter. Terlebih jika ada kecurigaan infeksi virus influenza, maka memerlukan penanganan segera. Jika ada kecurigaan infeksi bakteri sekunder, jangan mengkonsumsi antibiotik sendiri sembarangan. Hal ini sering menyebabkan pengobatan dengan dosis dan lama yang tidak tepat sehingga memicu terjadinya kekebalan terhadap antibiotik.
  4. Dapat dicegah dengan cara sederhana: Mencuci Tangan
    Mencuci tangan adalah kunci penting dalam pencegahan segala penyakit, termasuk selesma dan influenza. Dengan menjaga kebersihan dan mencuci tangan, rantai penularan penyakit dapat diputus.

Apabila gejala yang anak Anda alami lama sembuhnya, kemungkinan terdapat penyebab lain (misalkan terdapat infeksi bakteri, sehingga dibutuhkan antibiotik), terdapat alergi (seperti alergi dingin, debu, atau lainnya), atau dikarenakan daya tahan tubuh yang lemah, sehingga kurang mampu melawan penyakit yang anak Anda alami. 

Sedangkan Penyakit flek paru-paru atau juga disebut penyakit TBS, pada anak tidak menunjukkan gejala yang khas, sehingga perlu disingkirkan keberadaannya dengan pemeriksaan kuman seperti mantoux test atau foto rontgen paru-paru. Dan pada umumnya, bila dalam tubuh terserang infeksi maka, sel darah putih (white blood cell / WBC) akan meningkat sebagai bentuk pertahanan pertama yang melawan infeksi tersebut.

Sekiranya Apa yang disarankan oleh dokter Anda sudah benar. Namun tentunya Anda memiliki hak untuk mendapatkan second opinion (pendapat dari dokter yang berbeda). Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anak kepercayaan Anda mengetahui kondisi Anak Anda saat ini.

Berikut beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar