Sukses

Masa Subur

10 Dec 2014, 12:23 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok mau nanya.. sy terakhir melakukan hubungan intim 1 hari setelah selesai haid, dan 1mgu stelahnya sy mengalami masa subur.. dengan mengalami masa subur artinya sy blm hamil? Apakah bisa mengalami masa subur padahal sdh terjadi pembuahan sebelum nya? Terima kasih dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Masa subur adalah sekitar lima hari sebelum dan dua hari sesudah terjadinya pengeluaran sel telur dari indungnya. Proses ini disebut juga dengan ovulasi dan terjadi kira-kira 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Apabila Anda sudah mengalami pembuahan (dalam keadaan hamil), tentunya Anda tidak akan lagi mengalami masa subur.

Bagaimana cara mengetahui masa subur? Anda dapat menggunakan dua cara yaitu menghitung masa subur serta mengetahui tanda-tanda ovulasi.

Menggunakan Rumus Menghitung Masa Subur

Ovulasi terjadi kira-kira 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Kurangi dan tambahkan dua hari dari hari tersebut karena walaupun sel telur hanya dapat hidup selama 24 jam, sperma dapat bertahan selama 6 hari di dalam tubuh perempuan.

Anda dapat mengidentidikasi beberapa tanda fisik yang mengindikasikan terjadinya ovulasi:

  • Peningkatan sekret vagina yang berubah dari sekret yang berwarna putih dan creamy menjadi bening, kenyal, dan licin.  Anda dapat mengetahui kekentalan sekret dengan cara menaruhnya di antara ibu jari dan telunjuk lalu meregangkannya. Saat ovulasi, sekret tersebut tidak akan ‘putus’.
  • Merasa kembung dan terdapat nyeri perut ringan yang terjadi karena kram otot rahim.
  • Nyeri tekan pada payudara. Payudara terasa bengkak, lebih lunak, dan lebih sensitif terhadap sentuhan.
  • Suhu basal tubuh meningkat antara 0,4 – 1°C dari suhu basal manusia (36-37°C). Kenaikan suhu ini terjadi akibat pengaruh hormon progesteron. Puncak masa subur adalah 1-2 hari sebelum suhu basal tubuh mengalami kenaikan tertinggi.
  • Peningkatan hasrat seks.

Selain cara-cara di atas, Anda juga dapat menggunakan alat tes ovulasi yang dijual bebas di apotek atau toko alat kesehatan. Alat ini bekerja dengan mendeteksi kadar hormon seks pada air seni.

Baca juga:

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar