Sukses

Puting Susu Pecah-pecah

07 May 2015, 16:34 WIB
Wanita, 31 tahun.

Siang dok...mau tanya saya seorang ibu anak udia 1,5th..sudah 2bln tdk menyusui dikarenakan putong susu saya mudah pecah..habis dikenyot selalu pecah kaya jari keiris cuter gitu..knp dok n gmn solusinya..udah kedokter n dksh obat sembuh tp kl sikecil mnta asi baru sekali kenyot sudah pecah.... Mohon penjelasannya dok.trimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Kegagalan menyusui sering disebabkan karena kesalahan memposisikan dan melekatkan bayi. Puting ibu menjadi lecet sehingga ibu jadi segan menyusui, produksi ASI berkurang dan bayi menjadi malas menyusu.

Adapun langkah menyusui bayi yang benar:

  1. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir.

  2. Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola sekitarnya. Manfaatnya adalah sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.

  3. Ibu duduk dengan santai kaki tidak boleh menggantung.

  4. Posisikan bayi dengan benar

  • Bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.
  • Perut bayi menempel ke tubuh ibu.

  • Mulut bayi berada di depan puting ibu.

  • Lengan yang di bawah merangkul tubuh ibu, jangan berada di antara tubuh ibu dan bayi. Tangan yang di atas boleh dipegang ibu atau diletakkan di atas dada ibu.

  • Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.

  1. Bibir bayi dirangsang dengan puting ibu dan akan membuka lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan putting serta areola dimasukkan ke dalam mulut bayi.

  2. Cek apakah perlekatan sudah benar

  • Dagu menempel ke payudara ibu.
  • Mulut terbuka lebar.

  • Sebagian besar areola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi.

  • Bibir bayi terlipat keluar.

  • Pipi bayi tidak boleh kempot (karena tidak menghisap, tetapi memerah ASI).

  • Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunti menelan.

  • Ibu tidak kesakitan.

  • Bayi tenang.

  • Apabila posisi dan perlekatan sudah benar, maka diharapkan produksi ASI tetap banyak.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar