Sukses

Pasca Operasi Mioma, Melahirkan Harus SC?

02 Apr 2015, 00:00 WIB
Wanita, 34 tahun.

saya pernah operasi pengambilan mioma uteri (mioma berada di rongga panggul, diameter 18 cm, jinak) pd bulan Juni 2013, pada bulan september 2014 saya dinyatakan hamil. Apakah untuk proses kelahiran harus SC? Apakah sayatan ceasar akan horisontal atau vertical? (waktu operasi miom sayatan horisontal dibawah rahim). apakah pada saat ini kondisi rahim saya siap untuk didiami janin dan dapat berkembang dengan baik/sempurna?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Pertama, izinkan kami menjelaskan tentang mioma. Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar.

Letak tumor jinak (mioma uteri) ini ada beberapa tipe. Ada yg disebut mioma subserosa (miom tumbuh di sisi luar otot rahim), ada mioma intramural (miom tumbuh di dalam otot rahim) dan mioma submukosa (miom tumbuh di sisi dalam otot rahim, ke arah rongga rahim).

Operasi miom subserosa umumnya cukup aman dan tidak beresiko jika hamil. Tetapi operasi miom intramural umumnya menyisakan bagian rahim yang lemah pada tempat miom itu dibuang, sehingga pada saat hamil harus di awasi lebih ketat karena beresiko robeknya bagian rahim yang lemah tersebut.

Sebaiknya Anda melakukan kontrol hamil tetap pada dokter yang melakukan operasi sehingga mengetahui dengan jelas riwayat operasinya dan dapat membantu Anda mengatasi berbagai hal yang mungkin terjadi. Karena ada resiko robeknya bagian rahim yang lemah tersebut, maka kehamilan sebaiknya diakhiri dengan operasi sesar nantinya dan dilakukan lebih dini dibanding operasi sesar yang tanpa resiko robeknya bagian rahim. Pada miom submukosa umumnya cukup aman untuk hamil.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar