Sukses

Cairan Pra ejakulasi dan Mengatasi Kebiasaan Masturbasi

06 May 2015, 11:16 WIB
Pria, 21 tahun.

Dok, saya mau tanya. saya sering mengalami mastrubasi padahal saya tidak ingin melakukan itu tapi saya tidak bisa menahan dan sering keluar cairan dari alat kelamin saya dengan sendirinya padahal tidak saat adanya ereksi dan sedikit merasakan sakit. Pertanyaan saya, Apa cairan yang keluar dari alat kelamin saya, mani atau madzi? Bagaimana cara membedakannya? Lalu cara mengatasi masalah mastrubasi tersebut gimana? Jujur saya merasa terganggu dengan hal ini... Mohon di jawab secepatnya dok, Terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Cairan Praejakulasi adalah cairan yang keluar pada saat anda terangsang. Keluarnya cairan tersebut merupakan kondisi yang normal, karena cairan tersebut berfungsi senagai pelumas disaat anda berhubungan intim.

Cairan pra-ejakulasi, dikenal pula sebagai cairan pra-semen, cairan Cowper, madzi, atau pre-cum, adalah cairan kental dan bening. Kandungan cairan ini mirip dengan semen (air mani atau cairan sperma), tetapi tidak memiliki campuran dari kelenjar semen. Cairan yang dihasilkan kelenjar cowper ini dianggap sebagai pelumas alami sekaligus penetral asam. Terdapat variasi volume cairan pra-ejakulasi yang dikeluarkan oleh setiap laki-laki. Pada sejumlah orang cairan ini tidak dihasilkan sama sekali walaupun terangsang.

Cairan Pre-ejakulasi mengandung beberapa bahan kimia yang mirip dengan komposisi air mani. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa air madzi terkadang mengandung sperma yang menyebabkan kehamilan. Sehingga, bagi yang menggunakan teknik senggama terputus dalam mencegah kehamilan ada kemungkinan sperma tetap bisa keluar walaupun sang suami ejakulasi (“keluar”) di luar vagina.

Sedangkan Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif oleh karena itu kami tidak menganjurkan hal tersebut, terlebih jika dilakukan dengan frekuensi yang sangat sering.

Efek dari kebiasaan melakukan masturbasi lebih condong kepada masalah psikis dimana timbul pikiran terus-menerus untuk melakukan masturbasi. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Layaknya hal lain, sesuatu yang berlebihan tentunya tidak baik.

Seseorang dengan kebiasaan terlalu sering masturbasi dapat mengalami:

  • Perubahan pola tidur
  • Stres & depresi
  • Ansietas (kecemasan/panik)
  • Lemas
  • Kurangnya konsentrasi
  • Dan pada akhirnya dapat juga menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi (karena faktor-faktor psikologis tersebut).

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan:

  • Berolahraga
  • Melakukan hobi
  • Berpuasa
  • Beribadah, dan kegiatan positif lainnya.

Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi. Pada dasarnya masturbasi tidak berhubungan dengan kemandulan seorang.  Jika Anda merasa bahwa keluhan masturbasi ini telah menganggu aktivitas Anda, kami sarankan agar Anda dapat memeriksakan diri Anda ke dokter umum terlebih dahulu.

Berikut kami sertakan pula artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar