Sukses

Kiat Cepat Hamil

04 Dec 2014, 15:24 WIB
Pria, 34 tahun.

asalammualaikum dok saya mau brtanya istri saya semenjak menikah ini sering telat haid.pada bulan ini udah telat istri saya mau telat sebulan ketika telat itu istri saya sering merasakn mual dan jadi nafsu makan apa itu tanda na hamil ea dok..tapi ketika telat sebulan itu mau keluar darah agak kecoklatan dok tpi dia bukan hamil dok..bagai mana cara mengatasi nya ea dok saya ud 10 bulan berumah tangga dan istri saya pingin sekali memiliki keturunan sampai sekarang belum ada tanda kehamilan dok padahal usia istri saya terbilang masih muda bagai mana solusi nya dok.. terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Perlu diketahui bahwa pasangan dikatakan tidak subur apabila belum mendapatkan keturunan setelah menikah selama satu tahun, dan berhubungan intim dengan frekuensi 2 hingga 3 kali perminggu tanpa menggunakan kontrasepsi. Untuk mendapatkan keturunan tentunya dibutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak, baik suami maupun istri.

Berikut adalah beberapa faktor pada suami maupun istri yang berpengaruh dalam kesuburan:

Suami

Istri

Untuk meningkatkan probabilitas kehamilan, maka sepasang suami - istiri diharapkan berhubungan intim dengan frekuensi 2 hingga 3 kali perminggu tanpa menggunakan kontrasepsi, terutama pada masa subur, yaitu ekitar lima hari sebelum dan dua hari sesudah terjadinya pengeluaran sel telur dari indungnya. Proses ini disebut juga dengan ovulasi dan terjadi kira-kira 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya.

Bagaimana cara mengetahui masa subur? Anda dapat menggunakan dua cara yaitu menghitung masa subur serta mengetahui tanda-tanda ovulasi.

Menggunakan Rumus Menghitung Masa Subur

Ovulasi terjadi kira-kira 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Kurangi dan tambahkan dua hari dari hari tersebut karena walaupun sel telur hanya dapat hidup selama 24 jam, sperma dapat bertahan selama 6 hari di dalam tubuh perempuan.

Anda dapat mengidentidikasi beberapa tanda fisik yang mengindikasikan terjadinya ovulasi:

  • Peningkatan sekret vagina yang berubah dari sekret yang berwarna putih dan creamy menjadi bening, kenyal, dan licin.  Anda dapat mengetahui kekentalan sekret dengan cara menaruhnya di antara ibu jari dan telunjuk lalu meregangkannya. Saat ovulasi, sekret tersebut tidak akan ‘putus’.
  • Merasa kembung dan terdapat nyeri perut ringan yang terjadi karena kram otot rahim.
  • Nyeri tekan pada payudara. Payudara terasa bengkak, lebih lunak, dan lebih sensitif terhadap sentuhan.
  • Suhu basal tubuh meningkat antara 0,4 – 1°C dari suhu basal manusia (36-37°C). Kenaikan suhu ini terjadi akibat pengaruh hormon progesteron. Puncak masa subur adalah 1-2 hari sebelum suhu basal tubuh mengalami kenaikan tertinggi.
  • Peningkatan hasrat seks.

Selain cara-cara di atas, Anda juga dapat menggunakan alat tes ovulasi yang dijual bebas di apotek atau toko alat kesehatan. Alat ini bekerja dengan mendeteksi kadar hormon seks pada air seni.

Selain itu, Anda dan pasangan dapat juga mengkonsumsi asam folat. Beberapa literatur medis menyebutkan bahwa konsumsi asam folat selama 1 tahun akan meningkatkan probabilitas wanita tersebut untuk hamil hingga 50%. Sedangkan pada laki-laki, asam folat berperan aktif dalam kestabilan DNA sperma yang tentunya berkaitan dengan kualitas sperma. Dosis asam folat yang direkomendasikan untuk pria dan wanita di atas usia 14 tahun adalah 400 mikrogram per hari. Begitu juga dengan vitamin E, antioksidan yang ditengarai dapat memperlambat proses kerusakkan organ ini juga sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan pada pria maupun wanita, khususnya pada kaum pria. Dosis yang direkomendasikan adalah 200-600 IU per hari.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar