Sukses

ISK dan Nyeri Perut Kanan

04 Dec 2014, 15:35 WIB
Wanita, 20 tahun.

Jadi keluhan saya ini bermula ketika saya selama dua hari menahan buang air kecil. dihari pertama setelah menahan buang air kecil perut kanan bawah saya cenut-cenut nyeri, dihari kedua setelah menahan kencing, nyeri ini hilang tapi ketika buang air kecil di akhir proses pembuangan terasa perih. Perih ini berlanjut hingga 3 hari kedepan dan hingga sekarang. Pada hari yang ketiga perut sebelah kanan saya tiba2 sakit nyeri kram perih gitu, saya dalam kondisi sudah makan, sakit semankin parah ketika saya kedinginan dan seperti kembung kebanyakan angin dan belum makan di malam harinya. nyeri kram perih ini rasa sakitnya tembus hingga ke pinggang saya, dekat punggung bagian bawah dan terus berlanjut hingga sekarang. Dan lagi rasa sakit ini setelah saya pakai tidur mulai berkurang, tapi kambuh lagi, ketika saya berjalan, rasa sakit di perut kanan ini mulai terasa lagi. Kira-kira saya kenapa ya dok? mohon sharingnya, terimakasih banyak.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kendati harus dipastikan dengan pemeriksaan fisik dan penunjang, namun gejala awal yang Anda utarakan dapat mengarah ke Infeksi Saluran Kemih (ISK). Kondisi ini biasanya menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah berkemih), bisa disertai dengan perubahan warna air seni menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kemih. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. Karena bentuk anatomis saluran kemih pada wanita, ISK memang lebih mudah menyerang kaum hawa. Secara umum, penyakit ini tidak menular.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), BAK sakit terutama pada akhir masa berkemih, anyang-anyangan atau BAK tidak tuntas dan rasa masih ingin berkemih lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air seni yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Untuk memastikan masih adanya infeksi saluran kemih, dapat pula dilakukan pemeriksaan urin lengkap dan kultur urin untuk mengetahui dengan pasti bakteri penyebab infeksi.

Berikut beberapa modifikasi gaya hidup yang dapat Anda terapkan sehari-hari untuk mencegah terjadinya ISK:

  1. Tingkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari
  2. Jangan pernah menahan hasrat untuk berkemih, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK
  3. Segera BAK setiap selesai berhubungan seksual.

Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. 

Tata laksana akan diberikan sesuai dengan dasar penyebab infeksi, apakah memang hanya kurang minum dan sering menahan BAK, ataukah ada penyebab lain seperti batu ginjal.

Keluhan pada perut bagian kanan dapat disebabkan karena berbagai macam hal. Yang perlu diketahui adalah organ di daerah tersebut, yaitu kulit, otot, hati, empedu, tulang (apabila nyeri berdekatan dengan daerah tulang iga). Masing-masing organ tersebut dapat menyebabkan keluhan nyeri.

Perlu dicari lebih dalam lagi adakah riwayat trauma, riwayat penyakit hati seperti hepatitis, riwayat minum alkohol, memakai jarum suntik bersama, transfusi darah, riwayat gastritis (maag), hubungan antara keluhan nyeri dan makanan, kapan saja terjadinya nyeri, sejak kapan, dan masih banyak anamnesis atau hal yang perlu diketahui sebelum dapat ditentukan kemungkinan penyebabnya.

Kami sarankan agar Anda konsultasi ke Dokter karena dibutuhkan pemeriksaan fisik dan penunjang yang memadai untuk menegakkan diagnosa.

Berikut kami lampirkan artikel mengenai infeksi saluran kemih:

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam, 

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar