Sukses

Cara Menaikan Berat Badan dan Siklus Menstruasi Tidak Teratur

03 Dec 2014, 08:47 WIB
Wanita, 21 tahun.

dok,kb ap sih yang ga bikin gemuk dan bisa mens tiap bulanya?

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pada dasarnya, yang menyebabkan berat badan tidak bertambah adalah karena asupan energi yang lebih rendah dari kebutuhan sebenarnya, sehingga energi cadangan Anda dalam bentuk lemak akan digunakan. Penyebab lain adalah karena metabolisme tubuh yang cepat (biasanya merupakan faktor keturunan).  Selain itu, seseorang yang termasuk dalam kategori kurus dapat disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti hipertiroid atau tuberkulosis.

Jika pola makan Anda sudah baik, bagaimana dengan aktivitas Anda? Adakah keluhan lain yang Anda rasakan seperti batuk lebih dari 2 minggu, berdebar-debar, gangguan menstruasi, sering berkeringat, tangan gemetar, sering buang air besar?

Berikut adalah beberapa cara sehat untuk menaikkan berat badan:

  • Makan secara teratur 3 kali sehari dengan gizi seimbang, dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Serta ditambah 2 kali makanan kecil (biskuit yang mengandung keju dan susu, minuman yogurt, jus buah). Gizi seimbang adalah susunan hidangan sehari yang mengandung zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk dapat hidup sehat secara optimal.
  • Meningkatkan asupan protein dan karbohidrat sangat baik untuk meningkatkan berat badan. Makan lebih banyak protein dan karbohidrat seperti roti, nasi, umbi-umbian, ikan, daging, tempe, tahu.
  • Berolahraga secara teratur. Beberapa jam setelah olahraga biasanya akan terasa lapar sehingga meningkatkan nafsu makan, yang tentunya berguna untuk menaikkan berat badan. Jenis olah raga pun tidak perlu yang sulit atau terlalu berat. Berjalan kaki selama 30 menit secara teratur sudah cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  • Istirahat yang cukup agar energi Anda tidak banyak terbuang percuma.
  • Memperbanyak minum air putih, dapat memperbaiki metabolisme tubuh Anda serta melancarkan pencernaan Anda.
  • Selain itu, cobalah untuk memperhatikan label makanan yang Anda konsumsi, untuk mengetahui jumlah kalori dan kandungan nutrisi pada produk makanan yang Anda beli tersebut.

Apabila cara di atas belum berhasil, kami sarankan agar Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu apakah ada kemungkinan penyakit lain yang mendasari. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk menu makanan yang dapat meningkatkan berat badan Anda.

Berikut kami akan menjelaskan mengenai siklus haid yang tidak teratur. Siklus haid dapat bervariasi dari lama dan jumlah darah yang dikeluarkan. Namun penting Anda ketahui bagaimana tipe haid yang normal. Penyebab gangguan Haid cukup banyak. Izinkan kami menjelaskan tipe haid yang normal agar Anda mengetahui apakah haid Anda termasuk tidak normal.

Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. Jika siklus Anda masih dalam hitungan 21-35 hari maka, siklus Anda masih tergolong normal. 

Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Kegemukan atau indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid

Untuk mengatasinya, cobalah beberapa tips dibawah:

  • Hindari Aktifitas Fisik yang Berat

Terlalu lelah adalah salah satu penyebab utama terlambatnya proses siklus haid. Hal ini karena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk meneruskan proses menstruasi secara teratur. Ketika jumlah energi habis karena adanya aktifitas yang berat, maka haid tidak datang tepat pada waktunya. Dan ketika siklus tidak lancar, maka sindrom pra-menstruasi datang mengancam. Untuk itu hindarilah kelelahan berlebihan.

Tubuh setiap manusia memiliki ambang lelah yang berbeda-beda, tergantung dari ketahanan stamina tubuh seseorang. Stamina dapat dilatih dengan berolahraga secara teratur Untuk memulai, cobalah jogging selama 15 menit dahulu, kemudian dilatih untuk menambah waktu minimal hingga 30 menit sehari.

  • Hindari Stres

Di atas batang otak manusia, terdapat satu struktur yang disebut hipotalamus. Hipotalamus memiliki beberapa fungsi dan yang terpenting adalah menghubungkan sistem saraf dengan kelenjar endokrin melalui kelenjar hipofisis atau pituitasi. Hipotalamus mengatur berbagai tingkatan hormon, termasuk hormon-hormon reproduksi wanita, yaitu esterogen dan progesteron.

Bila seorang wanita berada pada tekanan mental ekstrim seperti stres, maka produksi esterogen dan progesteronnya akan terganggu. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur.

Sama dengan stamina, ambang stres setiap orang juga berbeda- beda tergantung dari ketahanan jiwanya. Ketahanan jiwa berhubungan dengan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, dengan melatih tubuh berolahraga teratur, tubuh akan menjadi lebih segar dan memiliki stamina yang baik sehingga tidak mudah terserang stres.

  • Asupan Gizi

Asupan nutrisi tepat untuk kebutuhan gizi tubuh sangat diperlukan. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kelenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.

Hindari minuman bersoda, minuman keras apalagi rokok. Mulailah dengan menjaga pola makan yang berkualitas. Yang penting bukan kuantitasnya, tapi kualitas nutrisi yang ada di setiap makanan atau minuman. Mulailah mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayur, gandum dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Jika keluhan dirasakan semakin mengganggu. Kami sarankan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (MP)

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar