Sukses

Post-Coital Bleeding

03 Dec 2014, 00:08 WIB
Wanita, 21 tahun.

Salam dok..gni sok saya pnya keluhan.masa haid saya kn udah hbis 2 hri kmudian sya brhubngan intim am suami saya trz tiba2 pgiy divegina saya keluar sedikit darah...ap pnyebeby dok

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami kekhawatiran Anda saat ini. Terjadinya perdarahan vagina setelah hubungan seksual (post-coital bleeding) harus dievaluasi secara hati-hati. Perdarahan persisten (menetap) lebih sering ditemukan dibandingkan perdarahan intermiten (hilang-timbul) dan umumnya berkaitan dengan kelainan vagina, leher rahim, atau di dalam rahim.

Terdapat beberapa keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan setelah hubungan seksual (post-coital bleeding), yaitu:

saat selaput dara robek
infeksi vagina seperti jamur dapat meningkatkan aliran darah di permukaan vagina sehingga rentan terjadinya perdarahan. Sehingga pertanyaannya adalah: "apakah ada keluhan lain yang menyertai seperti keluar cairan vagina, gatal, dsb?"
kelainan pada leher rahim seperti peradangan erosi, kelainan letak, polip, dsb
trauma atau luka akibat gesekan yang terlalu kuat
perubahan pra-kanker leher rahim
kanker leher rahim
perubahan kulit vagina setelah menopause. Kulit vagina menjadi lebih tipis dan meradang sehingga rentan timbul perdarahan setelah hubungan seksual
Dari beberapa kondisi di atas, yang mungkin terjadi sebagai penyebab perdarahan Anda adalah poin pertama hingga poin keempat, sedangkan poin kelima hingga keenam hanya dapat terjadi pada orang-orang yang telah memiliki riwayat hubungan seksual sebelumnya dan mereka yang berusia lanjut.

Apabila jumlah perdarahannya hanya sedikit dan tidak berlanjut, maka Anda tidak perlu merasa khawatir karena kondisi ini masih mungkin terjadi akibat robekan pada vagina (misalnya karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Akan tetapi lebih baik Anda tidak melakukan hubungan seksual sementara ini hingga perdarahan benar-benar berhenti, mengingat adanya risiko infeksi luka oleh bakteri dari dalam vagina.

Untuk selanjutnya, setiap ingin melakukan hubungan seksual, perhatikan lubrikasi vagina agar tidak terjadi gesekan berlebih yang dapat melukai vagina. Bagaimanapun, idealnya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab perdarahannya. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengevaluasi berbagai kemungkinannya. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik perut, kemaluan, leher rahim, dan USG rahim untuk mengidentifikasi ada/tidaknya kelainan, baru dapat ditentukan terapi yang sesuai.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar