Sukses

Sakit Rematik Apa Bisa Sembuh?

28 Dec 2014, 23:59 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok tanya untuk sakit rematik bisakh smbuh?smbuh dgn terapi apa dok.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Artritis Reumatoid (AR) atau rematik adalah suatu penyakit otoimun sistemik yang menyebabkan peradangan pada sendi. Dengan berjalannya waktu, dapat terjadi erosi tulang, destruksi (kehancuran) rawan sendi dan kerusakan total sendi. Akhirnya, kondisi ini dapat pula mengenai berbagai organ tubuh.

Gejala dan tanda dari AR dapat dilihat sebagai berikut :

  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan sendi
  • Nyeri sendi bila disentuh atau di tekan
  • Tangan kemerahan
  • Lemas
  • Kekakuan pada pagi hari yang bertahan sekitar 30 menit
  • Demam
  • Berat badan turun

Artritis reumatoid biasanya menyebabkan masalah dibeberapa sendi dalam waktu yang sama. Pada tahap awal biasanya mengenai sendi-sendi kecil seperti, pergelangan tangan, tangan, pergelangan kaki, dan kaki. Dalam perjalanan penyakitnya, selanjutnya akan mengenai sendi bahu, siku, lutut, panggul, rahang dan leher.

Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaaan darah rutin. Orang dengan RA pemeriksaan laju endap darah (LED) cenderung meningkat, pemeriksaan ini dapat memperlihatkan adanya proses peradangan dalam tubuh. Untuk menentukan adanya peradangan juga dapat dinilai melalui pemeriksaan C-reactive protein (CRP). Jika hasil CRP Anda meningkat dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan faktor reumatoid (RF) untuk mengetahui apakah benar artirtis reumatoid. Faktor reumatoid merupakan antibodi yang didapatkan pada sekitar 70-90% penderita artritis reumatoid. Pemeriksaan terbaru untuk mengkonfirmasi artritis reumatoid adalah anti-cyclic citrullinated peptide antibody (anti-CCP). Pemeriksaan Anti nuclear antibody (ANA) ditujukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit autoimun, dapat digunakan untuk mendiagnosis pasien lupus, polymyositis, sjrogen syndrome, artritis reumatoid. 95% pasien yang menderita lupus menunjukan hasil ANA positif dan sekitar 50% pasien yang positif ANA nya menderita artritis reumatoid.

Selain itu juga dapat dilakukan analisa cairan sendi. Dokter anda akan mengambil cairan sendi dengan menggunakan jarum steril, lalu cairan sendi akan dianalisa apakah terdapat peningkatan kadar leukosit atau tidak dan juga dapat menyingkirkan kemungkinan penyakit  rematik lainnya.

Pemeriksaan foto rontgen dilakukan untuk  melihat progesifitas penyakit RA. Dari hasil foto dapat dilihat adanya kerusakan jaringan lunak maupun tulang. Pemeriksaaan ini dapat memonitor progresifitas dan kerusakan  sendi jangka panjang.

Tidak ada diet khusus untuk penderita artritis reumatoid dikarenakan penyebabnya yang autoimun. Tetapi ada makanan yang dapat mencegah peradangan pada artritis seperti ikan yang kaya akan omega-3 sehingga dapat menurunkan kadar inflamasi/peradangan dalam darah, selain itu juga perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan seperti stroberi, anggur, jeruk, bayam.

Cobalah untuk berolahraga minimal 3x/minggu, masing-masing sesi dilakukan minimal 30 menit. Nyeri sendi dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat anti nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, natrium diklofenak, aspirin. Namun obat tersebut tidak boleh digunakan sembarangan dan berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping. 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar