Sukses

Anak Alergi Susu Sapi, Boleh Diganti Susu Soya?

09 Feb 2015, 15:22 WIB
Wanita, 26 tahun.

Sore dok, anak saya didiagnosa alergi susu untuk itu dianjurkan untuk mengganti sufor yg mengandung HA setelah 2 minggu mengkondumsi sufor HA gejala alerginya mulai hilang untuk itu saya menggantinya dengan susu soya, apakah susu soya baik untuk bayi umur dibawah 6 bulan?? sampai kapan saya harus memberinya susu soya? ditunggu jawabannya dok..thanks

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Alergi sebenarnya merupakan reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi memang biasanya terjadi pada anak dari orang tua yang juga memiliki alergi (genetik). Namun, pada beberapa kasus dapat juga ditemukan anak yang menderita alergi meskipun orang tuanya tidak memiliki alergi apapun karena disamping faktor genetik alergi juga dapat muncul karena faktor-faktor lain seperti faktor lingkungan, faktor infeksi dan polutan. Anak yang tidak mendapatkan ASI memang lebih berisiko untuk mengalami alergi susu sapi dibandingkan anak yang mendapatkan ASI ekslusif.

Anak yang alergi susu sapi jika dipaksa untuk mengkonsumsi makanan yang memicu alerginya (susu formula biasa) akan mengalami reaksi alergi yang terus menerus. Timbulnya reaksi alergi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak dan membuat anak menjadi lebih rewel. Lebih lanjut, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Disamping itu, bayi yang mengalami alergi jika tidak dilakukan usaha untuk mengatasinya maka saat dewasa akan mudah terkena alergi seperti asma atau alergi hidung (rhinitis). Kejadian alergi ini dapat sangat mengganggu aktifitas sehingga mampu menurunkan kualitas hidupnya kelak. Karena itu, intervensi sejak dini perlu dilakukan untuk mencegah berlanjutnya proses alergi menjadi yang lebih berat (asma atau rhinitis)

Apabila anak Anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, susu gandum, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai. Sedangkan untuk  Anda (jika masih memberikan ASI) sebaiknya juga menghindari makanan-makanan tersebut. 

Gejala klinis alergi susu sapi pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan dalam bentuk muntah, diare berlanjut yang kadang dapat disertai darah, serta konstipasi atau sembelit (50 - 60%). Gejala klinis lain dapat terlihat pada kulit dan saluran napas. Pada kulit dapat terlihat merah-merah pada kedua sisi pipi bayi, seperti yang terjadi pada anak Anda.

Di Indonesia, susu soya memang sering menjadi pilihan pertama sebagai susu pengganti terhadap anak yang dicurigai menderita alergi. Dibandingkan susu terhidrolisis sempurna lainnya, susu soya unggul karena harganya yang relatif lebih murah dengan rasa yang lebih familiar. Namun, terdapat penelitian bahwa 30-40% anak alergi susu sapi bukan tidak mungkin terkena alergi soya.

Bila anak Anda juga alergi terhadap susu soya, pilihan lain adalah menggunakan susu rendah laktosa/HA atau susu bebas laktosa. Susu HA (hypoallergenic) adalah susu sapi yang dihidrolisis secara parsial, dapat merangsang toleransi susu sapi karena masih mengandung sedikit partikel susu sapi. Pemberian susu HA dapat menjadi pencegahan primer terjadinya alergi susu sapi, karena diberikan sebelum terpapar dengan susu sapi. Penggunaan kedua susu ini relatif lebih aman daripada penggunaan susu soya sebagai pengganti susu sapi. Tetapi alangkah lebih baik bila tetap diusahakan agar anak mendapatkan ASI.

Berikut kami sertakan artikel untuk tambahan informasi Anda :

Soya Bukan Solusi Mengatasi Alergi Susu Sapi

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar