Sukses

Sering Pusing

07 Apr 2015, 20:15 WIB
Pria, 44 tahun.

sore dok, orang tua perempuan saya sering mengalami pusing dan ketika pusing dia langsung berobat ke kilnik terdekat. setelah minum obat dan isitirahat pusing nya berkurang. saya mau tanya dok, apakah ini gejala pusing biasa atau ada gejala lain? baru2 ini orang tua saya mengalami kecelakaan, jatuh dri tangga dengan ketinggian 2 meter. dan dirawat dirumah sakit selama 2 hari, bagian kepalanya ada yang memar dan sampai skrg bagian kepalanya msh memar sedikit dan msh sering mengalami pusing2. kejadiaannya udh 1 bulan yang lewat. untuk info, usia orang tua saya sdh 50tahun. saya mau tanya dok, tindakan apa yang harus dilakukan agar suatu hari tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan?? Makasih dok...

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Sebelumnya perlu dibedakan antara pusing dan nyeri kepala. Pusing biasanya disertai perasaan lingkungan seperti berputar (vertigo). Nyeri kepala merupakan keluhan yang banyak dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat saat berobat ke dokter. Penyebab nyeri kepala bermacam-macam, dari mulai stres emosional sampai adanya penyakit yang mendasari. Sebagian nyeri kepala dapat sembuh sendiri dan bukan masalah yang serius.

Sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll. 

Namun, ada beberapa juga yang mengindikasikan adanya kelainan medis yang serius, seperti tumor, stroke, aneurisma, infeksi otak, dan sebagainya.

Berikut ini adalah enam tanda bahaya nyeri kepala yang harus diperhatikan:

1. Nyeri kepala hebat yang muncul tiba-tiba.

2. Disertai kelainan neurologik. Kelainan neurologik berupa perubahan fungsi kognitif (daya ingat), mental, kelemahan satu sisi tubuh, baal/kesemutan, gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, kejang, kesulitan berbicara, dan perubahan kesadaran.

3. Disertai gejala sistemik. Gejala sistemik adalah keluhan selain nyeri kepala yang mempengaruhi seluruh tubuh, seperti demam, sesak napas, penurunan berat badan, mual, dan muntah.

4. Nyeri kepala yang terjadi setelah trauma/cedera kepala

5. Nyeri kepala yang pertama kali muncul pada usia> 55 tahun

6. Nyeri kepala yang obat anti nyeri pun tidak berkurang. Nyeri yang semakin bertambah berat dan tidak berkurang dengan obat anti nyeri atau ketika Anda merasakannya sebagai nyeri kepala paling berat seumur hidup Anda.

Jika ibu Anda merasakan sakit kepala dengan tanda-tanda bahaya di atas, segera periksakan kondisi ibu Anda ke dokter. Jangan ditunda-tunda dan berpikir gejala akan hilang dengan sendirinya. Penyakit dengan kegawatdaruratan membutuhkan penanganan secepat mungkin. Jika setelah menjalani pengobatan nyeri kepala tidak juga kunjung sembuh, maka perlu ditelusuri lebih lanjut penyebab yang mendasarinya, apakah terdapat gangguan organik yang mendasari ataukah ada faktor lain seperti faktor psikis dan juga kelelahan fisik. Untuk itu, kami sarankan ibu Anda kembali kontrol ke dokter untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Berikut ini kami sertakan beberapa artikel untuk menambah wawasan Anda :

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar