Sukses

Miom di Rahim dan Ingin Punya Momongan

02 Feb 2015, 22:28 WIB
Pria, 35 tahun.

Dokter, Saya sudah menikah 6 tahun, tapi belum punya momongan, susah cek sperma hasil leboterium normal, hanya istri saya ada miom 3 cm, masalah lain saya yaitu saat orgasme, sperma tidak bisa nyembur alias sekedar keluar dari ujung penis, mohon petunjuk dokter, agar kami bisa punya momongan , terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Tanda mioma sudah tidak ada adalah menghilangnya gejala-gejala yang disebabkan oleh mioma serta tidak tampaknya gambaran mioma pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala-gejala tersebut berupa:

  1. Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)

  2. Perut terasa penuh dan membesar

  3. Nyeri panggul kronik (berkepanjangan)

Kami menyarankan istri Anda mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk menentukan langkah yang perlu diambil saat ini. Anda dan istri juga dapat mendiskusikan kepada dokter kapan Anda dan pasangan dapat melakukan program hamil.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar