Sukses

Beda Gejala Jantung dan Asam Lambung Serta Memiliki Perasaan Takut Mati

05 Feb 2015, 20:27 WIB
Pria, 34 tahun.

Ass saya husain 34thn.dari raha sultraDok gimana bedain gejala jantung dan asam lambung,trus prasaan takut seperti akan mati saja sakit di perut kiri klu bangun tidur tiba2 badan gemetaran dan meriang, itu gejala apa dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Keluhan yang kerap dirasakan oleh sebagian penderita penyakit jantung adalah nyeri dada. Namun, tidak semua nyeri dada disebabkan oleh gangguan pada jantung. Perlu diketahui, dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan jantung, gangguan otot atau tulang, paru-paru, saluran pencernaan atau psikologis.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual.

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti 

  • Merokok, berapapun jumlahnya
  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah
  • Diabetes Mellitus
  • Usia lanjut
  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
  • Kebiasaan kurang bergerak/aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita) 

Jika Anda memiliki kekhawatiran akan kedua penyakit tersebut dan mengalami gejala serupa dengan yang telah kami sebutkan di atas, maka ada baiknya bila Anda memeriksakan diri ke dokter untuk dapat dilakukan pemeriksaan langsung. Dengan demikian penyakit/gangguan yang ada dapat segera terdeteksi dan Anda dapat segera mendapat penanganan.

Kami lampirkan beberapa artikel untuk Anda baca:

GERD atau Sakit Jantung?

Mengenai perasaan takut mati dan beberapa gejala lain yang Anda keluhkan, kami menduga hal tersebut merupakan tanda dari gangguan cemas. Apabila kita cemas atau gugup maka sistim saraf simpatis kita bekerja. Dengan bekerjanya saraf simpatis kita, jantung berdenyut lebih cepat dan kuat, tekanan darah meningkat, saluran pernafasan terbuka, berkeringat, dan pembuluh-pembuluh darah yang mendarahi otot-otot rangka berdilatasi. Semua respons ini ditujukan untuk meningkatkan aliran darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke otot-otot rangka sebagai antisipasi terhadap aktivitas fisik yang berat. Ketika sistim saraf simpatis kita bekerja, maka seluruh tubuh akan berada dalam keadaan siaga.

Penatalaksanaan gangguan cemas dapat dilakukan dengan medikamentosa (obat-obatan) dan non-medikamentosa (tanpa obat). Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi masalah ini sebaiknya tidak digunakan di luar pantauan dokter untuk menghindari efek obat yang tidak diinginkan. Mungkin Anda dapat mencoba beberapa tips berikut untuk mengatasi gangguan cemas yang mungkin Anda alami, seperti :

  • Cobalah untuk menarik napas dalam dan perlahan-lahan saat serangan
  • Ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan bahaya
  • Cobalah untuk membiasakan diri menghadapi hal-hal yang menjadi sumber ketakutan Anda, hingga Anda dapat mengontrol perasaan takut tersebut
  • Carilah hobi yang mampu membuat Anda melupakan kecemasan

Jika dengan melakukan beberapa tips diatas pikiran tersebut semakin mengganggu, maka kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis psikiatri untuk memastikan penyebab keluhan dan terapi lebih lanjut. Dokter akan membantu Anda dengan mendengarkan keluhan Anda dan membantu Anda mencari penyelesaian yang tepat untuk kekhawatiran Anda. Anda juga dapat mencoba mengatasi gangguan cemas tanpa obat-obatan. Disamping akan meringankan biaya pengobatan, hal ini juga akan memberikan dampak yang lebih sehat bagi tubuh Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar