Sukses

Keputihan dan Kanker

03 Dec 2014, 00:36 WIB
Wanita, 39 tahun.

apakah keputihan menahun itu bisa menyebabkan penyakat kanker

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter 

Kepercayaan Anda terhadap e-konsultasi website klikdokter sangat kami hargai. Sebelum Anda mencurigai hubungan keputihan dan kanker serviks, Anda harus mengetahui gejala dan faktor risiko dari kanker serviks.

Gejala paling umum dari kanker leher rahim adalah perdarahan abnormal dari vagina atau flek (bercak) vagina. Perdarahan abnormal ini terutama terjadi setelah berhubungan seksual,  namun dapat muncul juga perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, menoragia, atau bercak / perdarahan postmenopause. Bila perdarahan berlangsung dalam jangka waktu lama maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas karena anemia yang dialaminya.  Bercak kekuningan yang encer diikuti dengan bau amis dapat merupakan tanda-tanda keganasan. Namun perlu digarisbawahi bahwa untuk menjadi kanker serviks butuh waktu sampai belasan tahun.

Faktor risiko dari kanker serviks adalah hubungan seksual pertama kali sebelum usia 16 tahun dan partner seksual yang berganti-ganti. Merokok, penggunaan kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama (> 5 tahun), dan infeksi HPV juga merupakan faktor risiko kanker serviks.

Skrining untuk kanker serviks dengan pap smear dilakukan secara berkala untuk mendeteksi dini kanker serviks. Skrining dilakukan 3 tahun setelah aktif secara seksual dan diulangi setiap tahunnya.

Keputihan yang Anda alami ini memang terdapat beberapa kemungkinan penyebabnya, dapat berupa keputihan normal dengan bercak darah akibat luka di kemaluan, keputihan akibat infeksi, dan keputihan karena sebab lain. Apabila Anda sudah aktif secara seksual di usia muda maka memang sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan skrining untuk kanker serviks.

Abotil tidak digunakan untuk mengatasi keputihan. Keputihan diobati sesuai penyebabnya, apakah bakteri, virus, parasit, dll. Saya menyarankan untuk melakukan pencegahan yang saya tuliskan di e-konsultasi kedua, dan apabila belum ada perubahan, maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin. 

Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat.

Salam 

0 Komentar

Belum ada komentar