Sukses

Belum Ada Tanda Kehamilan Setelah Menikah

27 Nov 2014, 11:43 WIB
Wanita, 25 tahun.

dok saya sudah menikah selama 1 tahun tp blm ada tanda kehamilan, dan bila menstruasi pada hari pertama terasa sakit di perut sebelah kiri apa itu normal dok,

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Bagaimana dengan frekuensi Anda dan suami melakukan hubungan seksual? Apakah Anda dan suami sudah mengunjungi dokter?

Jika Anda dan suami sudah menikah lebih dari 1 tahun dan telah melakukan hubungan seksual dengan frekuensi yang teratur, maka Anda dan suami perlu mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan fertilitas. Evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya perlu dilakukan baik dari pihak suami maupun istri. Seringkali diperlukan pemeriksaan USG rahim, juga terdapat pemeriksaan lain seperti HSG ataupun kadar hormon. Selain Anda, suami Anda juga perlu menjalani beberapa pemeriksaan seperti anatomi organ reproduksi dan analisis sperma. Pemeriksaan analisis sperma dapat menjadi acuan informasi mengenai kesehatan sperma.

Selain beragam pemeriksaan untuk mengetahui kesehatan organ reproduksi Anda dan suami, tentunya yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga.

Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.

  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).

  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan suami dapat segera dianugerahi buah hati.

Terkait pertanyaan Anda mengenai nyeri haid, nyeri sewaktu haid disebut dismenore (dysmenorrhea). Nyeri ini terasa di perut bagian bawah. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid. Dapat bersifat hilang timbul atau terus menerus. Nyeri ini diduga terjadi akibat adanya kontraksi rahim pada saat mengeluarkan darah haid. Sering kali rasa tidak nyaman di perut bawah dan mual disalah artikan sebagai dismenore, oleh karena itu istilah ini hanya digunakan jika terasa nyeri yang demikian hebat, hingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan aktivitasnya untuk beberapa jam hingga beberapa hari. 

Hal yang Anda alami bisa saja normal, bisa saja disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem reproduksi yang nyata, penyebabnya antara lain;

  • Infeksi. Nyeri terasa sebelum haid

  • Tumor. Nyeri bersifat kolik/hebat

  • Penebalan dinding rahim / endometriosis. Nyeri masih ada setelah haid berhenti

Untuk mengetahuinya, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. 

Berikut saya sertakan beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

6 Tips untuk Mempercepat Kehamilan

Merencanakan kehamilan

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar