Sukses

Terlambat Haid dan Berhubungan Saat Hamil

02 Feb 2015, 22:10 WIB
Pria, 27 tahun.

Saya baru menikah tanggal 24 Oktober kemarin, dan kemarin sore saya dapat kabar dari istri saya katanya sudah telat datang bulan. 1. Apakah itu sudah bisa dikatakan positif Hamil? 2. Barusan saya baca artikel melakukan hubungan seks pada saat masa hamil. (saran : jangan melakukan hub seks diawal bulan pertama kehamilan) apakah seharusnya saya tidak berhubungan seks dulu? terimakasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Apakah istri Anda sudah melakukan test pack? Bagaimana hasilnya?

Tanda-tanda tidak pasti kehamilan pada seorang wanita mencakup terlambat menstruasi, payudara membesar, diikuti oleh gejala mudah capai, sering berkemih, muntah-muntah, peka terhadap aroma, dan sebagainya.

Namun, tanda dan gejala tersebut tidak akurat sehingga diperlukan pemeriksaan tes kehamilan untuk memastikan apakah seseorang hamil.

Prinsip pemeriksaan tes kehamilan adalah mengukur kadar hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) yang meningkat pada saat kehamilan. Ada 2 macam cara untuk mengukur hormon hCG tersebut yaitu melalui tes urin  (test pack) dan tes darah. Sedangkan tanda pasti kehamilan termasuk terlihatnya janin adalah dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan terdapatnya bunyi jantung janin.

Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi.

Jika kondisi kehamilan istri Anda sehat, sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual (dengan ejakulasi di dalam) saat hamil pada usia kehamilan berapapun. Asalkan tidak ada keluhan yang mengikuti hubungan seksual Anda dan pasangan seperti flek perdarahan, cairan ketuban merembes, rahim kontraksi terus menerus atau perut kram, dan riwayat keguguran berulang maka hubungan seksual dalam kehamilan diperbolehkan namun tetap harus berhati-hati. 

Sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi memang mampu menimbulkan terjadinya kontraksi rahim, selain itu aktivitas yang dilakukan saat berhubungan badan juga berisiko menimbulkan terjadinya perdarahan pasca senggama. Namun, jika kondisi kehamilan istri Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Janin sebenarnya tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan, tetapi dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil.

Posisi yang dianjurkan adalah posisi wanita di atas terutama pada kehamilan di trimester ketiga. Pada usia kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) dimana kepala janin sudah memasuki rongga panggul, tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perdarahan atau persalinan dini. Apabila terdapat keputihan yang abnormal sebaiknya pasangan tidak melakukan hubungan intim.

Apabila terjadi keluhan-keluhan seperti yang disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan segera.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar