Sukses

Keluar Cairan Setelah Berhubungan

28 Nov 2014, 08:46 WIB
Wanita, 26 tahun.

dok sy sdh menikah 6 bln'stiap behubungan dgn suami sy keluar cairan putih susu dan terasa skt,sy sdh 2 kli ke dokter kandungan setaelah itu sy berhubungan dng suami sy csran itu msh keluar dan rsa skt itu msh ada.apakah itu kputihan at ada penyakit lain pada rahim sy.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma. Sperma yang berukuran mikroskopik dapat masuk ke rahim melalui mulut rahim sedangkan sisa cairannya akan tertinggal di dalam vagina. Apabila cairan ejakulasi keluar dari vagina sesaat setelah melakukan hubungan seksual atau pada pagi harinya, hal tersebut masih wajar terjadi karena cairan ejakulasi tidak diserap dan akan keluar sebagian. 

Bagaimanapun, apabila cairan vagina mulai berubah warna dan berbau, terlebih apabila disertai keluhan buang air kecil dan nyeri perut bawah, segeralah periksakan diri Anda ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Cairan vagina yang patologis umumnya disebabkan oleh infeksi sehingga diperlukan terapi antikuman secara optimal.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan yang dialami oleh Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips di berikut ini untuk mencegah keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. Namun kami tidak dapat merespkan obat atau menyarankan obat merk tertentu pada forum ini, berhubung kami tidak melakukan pemeriksaan langsung pada diri Anda. Selain itu, kami juga tidak menganjurkan Anda untuk berganti-ganti pasangan seksual karena dikhawatirkan selain dapat menyebabkan kerugian pada diri Anda berupa penyakit menular seksual namun juga dapat terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. 

Anda dapat mengkonsultasikan keluhan Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk penanganan lebih lanjut. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar