Sukses

Stroke Hemoragik

10 Feb 2015, 21:27 WIB
Wanita, 22 tahun.

mengapa penderita stroke hemoragik bisa meninggal. apa penyebabnya? jika ditangani dokter dan mendapat penanganan kegawatdaruratan 1 jam stlah serangan apkah itu trlmbat? Terima Kasih

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemorrhagik.

 Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

  • Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90 ?
  • Penderita kolesterol tinggi
  • Penderita gula darah (diabetes mellitus)
  • Perokok
  • Penderita atrial fibrilation
  • Obesitas
  • Tidak pernah berolah raga
  • Terdapat riwayat stroke pada keluarga
  • Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

Gejala stroke bisa menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati. Karena itu, orang dengan gejala-gejala stroke,seperti paman Anda, sebaiknya segera dibawa ke dokter secepatnya. Gejala-gejala stroke yang dialami oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung dari daerah otak yang terserang, antara lain :

  • Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
  • Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
  • Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
  • Penglihatan ganda
  • Pusing
  • Bicara tidak jelas (pelo)
  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
  • Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh
  • Pergerakan yang tidak biasa
  • Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
  • Ketidak seimbangan dan terjatuh
  • Pingsan.

Berikut adalah cara yang mudah untuk mengenali gejalanya. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

- F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.

- A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

- S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?

- T atau Time (waktu). Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi.

Serangan stroke berulang sangat mungkin terjadi. Untuk memastikan diagnosis stroke, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan CT-scan atau MRI. Dengan diketahui penyebabnya, apakah akibat sumbatan pembuluh darah atau akibat perdarahan, maka dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat sehingga kelumpuhan dan gejala lainnya dapat dicegah bahkan dipulihkan kembali. Sekitar 50% penderita yang mengalami kelumpuhan separuh badan bisa kembali memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri setelah menjalani pengobatan yang tepat secepatnya.

Untuk itu penanganan pertama yang dapat Anda lakukan bagi orang yang terkena serangan stroke adalah sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit, karena pertama-tama perlu diketahui dulu jenis stroke nya melalui pemeriksaan CT scan dan MRI, barulah dokter akan menangani sesuai penyebabnya misalnya dengan obat atau tindakan pembedahan. Namun, mengenai pertanyaan Anda mengenai waktu penanganan kedaruratan selama 1 jam setelah serangan sangat tergantung dengan kondisi pasien tersebut.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai stroke dan pencegahannya, Anda dapat membaca artikel kami yang berjudul Stroke.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar