Sukses

Sindroma Asherman dan Operasi KET
25 Nov 2014, 10:09 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dok mau tanya bln april kmrn sy oprasi KET tuba kiri trpaksa hrs di potong pasca oprasi haid tdk teratur dua bln sekali baru haid apa sy terkena syndrom asherman dok ?mohon di bantu yaa dok krn sy sangat ingin mempunyai keturunan trimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sindroma (kumpulan gejala) Asherman adalah terbentuknya adhesi (perlengketan) pada bagian dalam rahim (endometrium), sebagai akibat dari jaringan parut yang timbul saattindakan pembedahan. Akibat dari perlengketan ini pasien mengalami pengurangan menstruasi, meningkatnya kejang perut dan rahim, sampai tidak adanya haid (amenorrhea) dan sering menyebabkan kemandulan (infertilitas). Pada kebanyakan kasus, terjadi pada wanita yang menjalani tindakan dilatation and curettage (D&C).

KET adalah kehamilan yang tidak pada tempatnya (normalnya di dalam rahim), janin bisa menempel pada indung telur, saluran tuba rahim, atau bahkan rongga perut. Keadaan ini bisa menimbulkan bahaya hingga kematian, sehingga kehamilan harus dihentikan/terminasi segera. Pada kehamilan ektopik /KET dimana janin menempel pada saluran tuba, bisa menimbulkan pecahnya saluran tuba yang sempit pada saat janin terus berkembang sehingga harus segera diangkat. Normalnya fungsi tuba ini adalah sebagai saluran yang menghubungkan indung telur dan rahim wanita.

Pada umumnya tindakan operasi pengangkatan tuba dikarenakan adanya KET tidak membuat kerusakan pada dinding rahim yang berujung pada sindroma asherman. Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. 

Penyebab lain haid yang tidak teratur dapat terjadi pada keadaan-keadaan seperti di bawah ini :

  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi) atau penurunan berat badan yang berlebihan
  • Stres psikologis, depresi
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid
  • Gangguan indung telur, misal: Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Sakit kronik
  • Adanya tumor yang melepaskan estrogen
  • Adanya kelainan pada struktur rahim atau leher rahim yang menghambat pengeluaran darah menstruasi.

Sudahkan Anda memeriksakan diri kepada dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan? Sayang sekali Kami tidak dapat mengetahui penyebab pasti dari keluhan yang Anda sampaikan tanpa danya pemeriksaan fisik dan penunjang yang dibutuhkan, untuk itu Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri kepada dokter terdekat.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar