Sukses

Sakit Kepala dan Sesak Nafas

04 Apr 2015, 21:52 WIB
Pria, 44 tahun.

Dokter, dah 2 hari ini istri saya (32thn) sering sakit kepala, agak sesak napas. Skrg ini sdg menyusui bayi (6bln). Akhir2 ini memang kurang tidur dan sering telat makan. Kenapa, dan solusinya gmn Dok?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan  tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll. Sudah berapa lama keluhan sakit kepala istri Anda rasakan? Kapan saja keluhan istri Anda muncul? Bagaimana sifat sakit kepala istri Anda?

  1. Apakah sakit kepala di seluruh bagian kepala atau hanya sebelah atau hanya bagian tertentu?

  2. Bagaimana sifatnya? (nyeri tumpul, berdenyut, berputar)

  3. Apakah mata merah?

Yang sebaiknya istri Anda lakukan apabila sakit kepala datang menyerang adalah istirahat, minum obat pereda rasa sakit/analgetik. Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut.

 

Lain lagi dengan keluhan sesak napas. Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau kesulitan dalam bernapas dapat disebabkan oleh banyak hal. Penyebabnya banyak sekali, karena itu dibutuhkan pemeriksaan lengkap dan langsung oleh dokter. Namun sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung).

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)

  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari

  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi

Bagaimana dengan keluhan istri Anda dan sudah berapa lama terjadi?

Beberapa pertanyaan lain yang juga harus dijawab adalah:

  • Apakah sesak napas dirasakan hilang timbul atau terus menerus?

  • Apa yang menjadi pemicu timbulnya sesak napas? Apakah setelah beraktifitas, setelah mendapat paparan debu, setelah mengkonsumsi makanan tertentu, setelah berolah raga, saat stres, dll?

  • Berapa bantal yang dibutuhkan untuk tidur? Apakah merasa sesak jika hanya tidur dengan satu bantal?

  • Seberapa berat sesak napas? Apakah masih bisa berbicara lancar saat sesak napas kambuh atau sulit untuk berbicara saat dalam kondisi sesak?

  • Apakah memiliki riwayat asma?

  • Apakah memiliki riwayat sakit paru-paru?

  • Apakah memiliki riwayat sakit jantung?

  • Adakah riwayat sakit lambung yang kronis?

Untuk mengetahui penyebab dari keluhan istri Anda dibutuhkan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik yang lengkap dan juga dibutuhkan pemeriksaan penunjang yang diperlukan seperti misalnya pemeriksaan darah dan pemeriksaan foto rontgen. 

Selain dari kelainan organik juga perlu diketahui apakah terdapat kondisi psikologis yang terganggu. Sesak napas juga dapat disebabkan karena gangguan psikologis seperti cemas, panik, stres, depresi dan berbagai emosi negatif lainnya. Jika memang tidak ada masalah organik maka masalah psikologis harus dipikirkan. Atau juga dapat merupakan kombinasi keduanya. Saat ini jika pengobatan maag yang diberikan dokter memberikan manfaat maka dapat istri Anda lanjutkan sambil juga menimbang apakah saat ini ada yang mengganggu pikiran istri Anda.

Untuk dapat mengetahui apakah kondisi sakit kepala dan sesak napas istri Anda adalah keluhan dari sumber yang sama atau merupakan kondisi yang berbeda, kami sarankan sebaiknya istri Anda berkonsultasi dan kontrol dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan langsung dan wawancara medis lebih mendalam dalam mendiagnosis kelainan yang istri Anda alami. Jika istri Anda memiliki masalah yang dipendam dan mengganggu pikiran istri Anda, jangan ragu untuk melakukan ventilasi dengan curhat kepada teman, anggota keluarga terdekat atau tenaga medis profesional.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar