Sukses

Kesemutan Pada Kaki

24 Nov 2014, 15:02 WIB
Wanita, 55 tahun.

Bgmn cara mengatasi kesemutan terus menerus krn stroke? Sudah terkena stroke yg ke 2 kali. Ada diabetes dan hipertensi.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sekilas izinkan kami menjelaskan mengenai kesemutan. Kesemutan merupakan keluhan yang pernah dialami oleh semua orang. Biasanya kesemutan terjadi saat tubuh terlalu lama diam, atau berada dalam suatu posisi tertentu, sehingga aliran darah ke daerah tersebut (misal ke arah tangan atau kaki anda) menjadi terhambat dan timbul keluhan kesemutan. 

Terdapat beberapa hal yang dapat menimbulkan terjadinya kesemutan, baik kesemutan yang bersifat sementara ataupun kesemutan yang berlangsung jangka panjang (kronis). Beberapa hal yang dapat menimbulkan kesemutan yang sementara antara lain adalah :

  • penekanan saraf yang berlangsung lama (seperti saat tidur, duduk bersila, dll)
  • frekuensi napas cepat
  • serangan panik
  • dehidrasi (kurang cairan)
  • kekurangan suplai darah pada tempat kesemutan
  • dsb

Sedangkan kesemutan yang berlangsung lama (kronis) dapat disebabkan oleh:

  • gangguan otak, saraf tulang belakang atau saraf tepi, termasuk di dalamnya adalah trauma, stroke, perdarahan otak, tumor, infeksi otak dan selaputnya, penyempitan saraf (carpal tunnel syndrome), melakukan gerakan berulang atau getaran jangka panjang, dsb
  • gangguan jantung dan pembuluh darah
  • gangguan metabolik dan hormonal: diabetes, gula darah rendah, gangguan hormon tiroid, menopause, kadar kalsium, kalium, natrium, ureum abnormal.
  • infeksi dan sindrom post-infeksi
  • gangguan jaringan ikat dan imunitas
  • kelainan darah, kulit, tulang, dan sendi
  • kurang vitamin: vit B1, vit B5 dan B12
  • keganasan/tumor otak
  • dsb

Merujuk dari cerita Ibu dengan riwayat diabetes dan hipertensi, kemungkinan besar kesemutan yang ibu alami dikarenakan penyakit diabetes yang ibu derita saat ini. 

Neuropati Diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes dengan gejala rasa kebas atau baal pada kaki atau tungkai. Keluhan ini disebabkan adanya kerusakan pada sistem saraf perifer karena kadar gula darah yang tidak terkontrol. Karena itu, dalam mencegah atau memperlambat perjalanan kerusakan sistem saraf perifer tersebut, yang terutama perlu dilakukan adalah kontrol kadar gula darah yang ketat. 

Kontrol kadar gula darah tersebut dilakukan dengan cara berobat yang teratur, minum obat yang teratur, melakukan modifikasi gaya hidup dalam hal makanan dan aktivitas fisik. Jika kadar gula darah terkontrol, biasanya keluhan pada kaki pun berkurang. Selain itu, perlu juga dilakukan perawatan kaki diabetes. Karena baal, kaki menjadi lebih rentan terhadap luka dan infeksi.
Cara-cara perawatan kaki adalah:

  • Periksalah kaki setiap hari, apakah ada kulit retak, melepuh, luka, perdarahan.
  • Bersihkan kaki setiap hari pada waktu mandi dengan air bersih dan sabun mandi. Bila perlu gosok kaki dengan sikat lunak atau batu apung. Keringkan kaki dengan handuk bersih, lembuh, sela-sela jari kaki harus kering, terutama sela jari kaki ke-3-4 dan ke-4-5.
  • Berikan pelembab/lotion pada daerah kaki yang kering, tetapi tidak pada sela jari, gunanya untuk menjaga agar kulit tidak retak
  • Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu pendek atau terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam. Hindarkan terjadinya luka pada jaringan sekitar kuku. Bila kuku keras, sulit dipotong, rendam kaki dengan air hangat kuku selama + 5 menit. Bersihkan kuku setiap hari pada waktu mandi dan berikan cream pelembab kuku.
  • Pakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka, juga di dalam rumah
  • Gunakan sepatu atau sandal yang baik sesuai dengan ukuran dan enak dipakai, dengan ruang dalam sepatu yang cukup untuk jari-jari. Pakailah kaos/stocking yang pas dan bersih terbuat dari bahan yang mengandung katun.
  • Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil/benda tajam lain. Lepas sepatu setiap 4-6 jam serta gerakkan pergelangan dan jari-jari kaki agar sirkulasi darah tetap baik
  • Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut bersih. Periksa apakah ada tanda-tanda radang.
  • Periksakan kaki ke dokter setiap kali kontrol.


Selain itu perlu dilakukan latihan senam kaki. Latihan ini dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk dan tidur, dengan cara:

1. Menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumit diangkat.

2. Mengangkat dan menurunkan kaki.

3. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar ke luar atau ke dalam dan mencengkeram pada jari-jari kaki.

Latihan senam dapat dilakukan setiap hari secara teratur, sambil santai di rumah, juga waktu kaki terasa dingin. 

Jika pengontrolan kadar gula darah dan perawatan kaki sudah dilakukan. Beberapa obat dapat digunakan untuk mengatasi rasa nyeri, kebas, atau baal yang dialami Ibu. Beberapa obat itu adalah penghilang nyeri, antidepresan dosis rendah, dan beberapa obat anti kejang. Obat penghilang rasa nyeri berupa asetaminofen seperti paracetamol, atau anti inflamasi non-steroid. Antidepresan pada dosis rendah dapat mengatasi rasa nyeri atau kebas yang ada. Anti kejang digunakan untuk menstabilisasi saraf yang rusak dan mengurangi sinyal nyeri yang dikirim ke otak. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemberian metilkobalamin atau vitamin B12 juga membantu dalam mengatasi hal ini. Beberapa orang juga menyebutkan bahwa mandi air hangat juga dapat meredakan gejala baal atau kebas yang ada.

Obat-obat tersebut hanya dapat diberikan dengan resep dokter, maka kami sarankan Anda berkonsultasi kembali dengan dokter yang menangani diabetes dan hipertensi Ibu.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar