Sukses

Penanganan Batu Empedu

25 Nov 2014, 19:46 WIB
Pria, 34 tahun.

dokter, istri saya telah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu setahun yang lalu. Mohon petunjuk gaya hidup sehat yang harus dilakukan untuk pasien yang sudah tidak memiliki kantung empedu?. Apakah perlu detoksivikasi liver rutin?.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.
 
Kami memhami kekhawatiran yang Anda rasakan. izinkan kami menjelaskan tentang penanganan batu empedu. Penanganan batu empedu dapat berupa pengobatan dan operasi. Pada penanganan dengan pengobatan (menghancurkan atau melewatkan batu empedu ke saluran cerna selanjutnya) maka terdapat kemungkinan untuk terjadi kekambuhan. Hal ini berkaitan karena kandung empedu masih ada, sehingga dapat terjadi batu kembali. Kekambuhan juga lebih sering terjadi pada pasien yang pernah mengalami batu empedu multipel.
 
Batu empedu terbentuk dari penumpukan komponen cairan empedu dalam kandung empedu yang mengkristal membentuk batu.
Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya batu empedu adalah:
1. Kegemukan, penurunan berat badan yang terlalu cepat (lebih dari 1,5 kg per minggu), berat badan yang tidak stabil
2. Wanita
3. Usia 
4. Keturunan
 
Penanganan operasi pada batu empedu merupakan penanganan utama terbaik pada batu empedu yang memberikan gejala (misal: nyeri, mual, muntah). Penanganan ini merupakan pilihan di mana kekambuhan lebih jarang terjadi dan keluhan nyari pasien biasanya menghilang sempurna. Sehingga dengan indikasi yang benar, maka operasi kandung empedu merupakan alternatif yang terbaik ketimbang modalitas lainnya. Diskusikanlah dengan dokter yang menangani Anda mengenai kemungkinan tindakan operasi ini. 

Menurut beberapa penelitian, kandungan serat di dalam apel  dapat memberikan manfaat untuk melembutkan batu di kandung empedu dan melancarkan sisa makan di saluran pencernaan. 

Berikut kami berikan juga pencegahan terjadi batu empedu:

  • Kurangi konsumsi makanan berlemak (termasuk makanan bersantan, gorengan)
  • Makanlah makanan yang tinggi akan serat, seperti gandum dan sayur-sayuran. makanan tinggi serat ini akan mengikat cairan empedu sehingga tidak bisa digunakan ulang, sehingga empedu terpaksa mengambil kolesterol baru untuk diolah menjadi cairan empedu, hal ini berarti kadar kolesterol di darah akan otomatis turun
Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.
 
Salam
 

0 Komentar

Belum ada komentar