Sukses

Pengobatan HIV

25 Nov 2014, 15:30 WIB
Pria, 26 tahun.

Sore dok. Saya punya adik laki-laki umur 22 tahun mengidap penyakit virus HIV. Itupun baru ketahuan sejak awal tahun ini. Setelah check-up bln ini untuk lebih memastikan, dokter benar2 vonis penyakit HIV tersebut. Dokter memberikan terapi ARV, yaitu duviral & neviral. Yang saya mau tanyakan apakah obat tersebut tidak akan memberikan efek samping yang berbahaya? Apakah obat tersebut berfungsi sebagai penyembuh ataukah hanya penghambat pertumbuhan virus itu saja? Berapa lama kah obat tersebut harus dikonsumsi? Apakah betul kandungan ekstrak kulit manggis dapat mematikan virus HIV yang menggerogoti tubuh adik saya? Mohon jawabannya dok. Terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KliKDokter.

Duviral adalah kaplet yang mengandung dua jenis obat yang dipakai sebagai bagian terapi antiretroviral (ART) : AZT dan 3TC. Kedua jenis obat yang terkandung di dalam Duviral disebut sebagai analog nukleosida yang menghambat enzim pengubah bahan genetik HIV dari RNA menjadi DNA. Penggunaan Duviral dengan obat antiretrovirus (ARV) lainnya dapat meningkatkan jumlah CD4 dan mengurangi jumlah partikel virus dalam darah, sehingga penderita HIV dapat hidup sehat dalam waktu yang lebih lama.

Duviral hendaknya tidak diberikan pada penderita yang mengalami anemia karena salah satu unsur didalamnya dapat menekan sel darah merah. Penderita gangguan ginjal juga dilarang untuk mengkonsumsi obat ini.

Adapun efek samping sementara dari Duviral adalah nyeri kepala, darah tinggi, mual, mudah lelah dan pegal-pegal yang biasanya akan menghilang secara spontan dalam beberapa minggu.

Sedangkan Neviral yang berisi nevirapine adalah salah satu obat antiretroviral golongan ­non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI), yang cara kerjanya sama dengan Duviral yaitu menghambat enzim pengubah bahan genetic HIV dari RNA menjadi DNA.

Neviral tidak direkomendasikan pada penderita laki-laki yang memiliki CD4 di atas 400 dan wanita dengan CD4 di atas 250. Obat ini juga direkomendasikan untuk penderita HIV yang sedang mengandung. Efek samping yang sering munucul adalah ruam kemerahan pada kulit, dan lebih umum timbul pada perempuan daripada laki-laki. Efek samping yang paling berat adalah kerusakan hati. Namun obat ini juga dapat memberikan efek baik pada tubuh dengan meningkatkan HDL, kolesterol  baik dalam darah.

Durasi dan jenis pemberian obat pada penderita HIV selalu menilik jumlah CD4, jumlah partikel virus dalam darah, gejala yang muncul dan kerjasama penderita selama proses terapi. Dalam menangani penyakit apapun, pemberian obat selalu mempertimbangkan efek terapi dengan efek samping dari obat tersebut. Perlu diingaat bila tidak semua efek samping akan timbul setelah konsumsi obat, dan pertimbangkan pula jika efek terapi jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin timbul.

Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan efektifitas dari pengobatan herbal apapun tanpa didasari oleh penelitian yang sahih dan sudah dipublikasikan secara internasional.

Kami sarankan Adik Anda untuk terus konsultasi dengan Dokter yang merawat dan ikut aktif bergabung dalam komunitas penanggulangan HIV guna meningkatkan kepercayaan dirinya. Kini, para penderita HIV pun dapat hidup secara normal layaknya orang sehat.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar