Sukses

Keputihan Menggumpal Berwarna Putih Susu

22 Nov 2014, 12:14 WIB
Wanita, 23 tahun.

Saya mengalami keputihan yang menggumpal berwarna putih susu. Kalau dipegang bentuknya kenyal, tidak berbau, tidak gatal, dan tidak ada rasa perih ketika pipis. Apakah keputihan saya ini normal atau tidak dok? kemarin Hampir setahun saya sering mengalami keputihan, terkadang berwarna kuning dan bahkan pernah berwarna bercak coklat. Apa faktor penyebabnya? (saya sering kecapean & mudah stress). Akhir-akhir ini saya menggunakan air rebusan daun sirih, tapi baru 2 kali menggunakannya. Keputihan masih saja tetap ada dengan gumpalan tadi. Mohn keterangannya, dok. Terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami rasa khawatir yang Anda rasakan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.
 
Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.
 
Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.
Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Berikut cara menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:
  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.
Jika keluhan menetap atau semakin berat, Ada baiknya Anda segera memeriksakan kesehatan organ reproduksi Anda ke dokter terdekat agar dapat dicari penyebab pasti dansolusi sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

3 Komentar