Sukses

Curhat Penderita Hepatitis

22 Nov 2014, 16:35 WIB
Pria, 19 tahun.

Saya fajar arisandi (19) Hbsag saya positip dok cara pengobatanya dengan apa biar bisa negatif dok terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Namun tidak semua pasien dengan hepatitis B akan diberikan obat. Terdapat beberapa keadaan dimana hepatitis B diobati dan tergantung keadaan klinis pasien, hasil lab seperti HbeAg, DNA VHB dan fungsi hati.

Pengobatan untuk hepatitis B kronik mencakup pemberian antiviral seperti lamivudine dan interferon alpha. Namun, sebelum diberikan pengobatan, diperlukan pemeriksaan serologi hepatitis B yang lengkap, misalnya kadar HbeAg dan HBV-DNA serta fungsi hati (SGPT dan SPOT). Hal tersebut bertujuan untuk menilai apakah Anda memiliki indikasi untuk diberikan terapi antiviral, dan untuk memantau perkembangan penyakit setelah diberikan obat.

Anda juga harus berkonsultasi lebih lanjut kepada Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam Divisi Hepatologi karena pengobatan untuk hepatitis B tidak sederhana.

Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan Dokter secara rutin.

Karena virus ini akan terus terbawa seumur hidup dalam tubuh seorang carrier, berikut adalah beberapa tips yang hendaknya Anda terapkan pada kehidupan sehari-hari:

  1. Jaga kesehatan
  • Kunjungi Dokter secara teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah, pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b
  • Diskusikan dengan Dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati
  • Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko    terkena hepatitis yang lain yang juga merusak hati
  • Vaksinasi hepatitis A
  1. Jaga diri agar tidak menginfeksi orang lain
  • Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang  memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak  yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi Anda, dan bukan suatu masalah untuk berbagi makanan bersama.
  • Carrier wanita yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar  bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama    kelahiran)
  • Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual
  • Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dan lain sebagainya
  • Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma
  1. Pesan bagi keluarga dan kerabat yang menjadi kontak dekat Anda
  • Vaksinasi hepatitis B
  • Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dan sebagainya
  • Tutup semua luka dengan bandage
  • Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah
  • Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir cairan pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Diperlukan toleransi dan kerjasama yang baik antara carriers dan kontak dekatnya sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara keduanya. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat mencegah kerusakan hati dan proses transmisi virus hepatitis B.

Semoga penjelasan ini dapat dipahami dengan baik.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar