Sukses

Keputihan Paska Berhubungan

21 Nov 2014, 15:09 WIB
Wanita, 26 tahun.

sy bru menikah 6 bln dok,stiap sy behbngan dgn suami sy ada cairan warna putih susu yg mnempel pada kpuyaan suami sy dan stiap behubungan sy merasa skt dan perih.apakah itu kputihan? tp klo tidak berhubungan tdk ad yg kluar cairan spt kputihan dok.sy sdh ke dokter kandungan 2 kli dok tp stelah sy berhubungan dengan suami sy cairan putih dan rasa skt itu msh ada.apakah ini kputihan atau ada penyakit lain pada rahim sy dok?sy ad bca obat tradisonal kputihan spt daun sirih dan minum air parutan kunyit apakah sya bsa mencobanya dok???

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal / fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dan lain-lain) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit. 

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Untuk kepastian bahwa keputihan yang Anda alami bukan sebuah kondisi patologis, sebaiknya Anda konsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh, karena cairan yang keluar dari vagina Anda dapat saja merupakan keputihan atau hanyalah cairan vagina yang berfungsi "pelumas" saat berhubungan intim.

Berikut adalah beberapa artikel untuk menambah informasi Anda:

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar