Sukses

Sesak Napas dan Hipertensi

22 Nov 2014, 10:58 WIB
Pria, 26 tahun.

assalamualaikum met malam dokter,ayah saya sesak napas&punya darah tinggi,makanan&minuman apa,klopun minum obat,obat apa yang baik tuk mengurangi sesak napas&tidak membuat darah tinginya kambuh?kasih atas jawaban dr dokter...

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau kesulitan dalam bernapas dapat disebabkan oleh banyak hal. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan lengkap secara langsung oleh Dokter. Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung).

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi.

Perlu diketahui bahwa seseorang dari segala kelompok umur dapat dikatakan menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) jika dalam 3 kali pengukuran tekanan darah berturut-turut di waktu yang berbeda menunjukkan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg atau tekanan diastole (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg. Hasil tekanan darah yang tinggi hanya dengan satu kali pemeriksaan belum dapat didiagnosis menderita tekanan darah tinggi karena hasil tekanan darah dapat meningkat saat seseorang dalam kondisi stres atau setelah beraktivitas, dan lain sebagainya. Bagaimanakah dengan ayah Anda?

Pada tahap awal, terapi darah tinggi dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Olahraga teratur, dengan frekuensi 3x/minggu dan durasi minimal 30 menit. Jenis olahraga yang dapat dipilih adalah jalan kaki, jogging atau berenang
  • Kurangi berat badan
  • Kurangi asupan garam
  • Kurangi mengkonsumsi makanan yang digoreng
  • Perbanyak asupan makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran
  • Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol.

Ingat, hipertensi yang tidak diterapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi berupa gangguan jantung, pembuluh darah, gangguan ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak, dan lain sebagainya.

Sudah berapa lama keluhan yang dialami ayah Anda terjadi? Apakah ada perasaan nyeri ketika sesak datang?

Apabila iya, maka waspadalah akan adanya penyakit jantung. Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan obat jantung yang diletakkan dibawah lidah (nitrogliserin sublingual). 

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG) untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami disebabkan karena penyakit jantung. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila orangtua Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti :

  • Merokok, berapapun jumlahnya
  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah
  • Diabetes Mellitus
  • Usia lanjut
  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
  • Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita).

Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan rasa pusing atau sakit kepala dan sekitar leher. Kami sarankan Anda untuk konsultasi ke Dokter untuk dapat dipantau tekanan darahnya dan diberikan tata laksana yang sesuai dengan kondisi terkini.

Berikut kami sertakan artikel yang berkaitan dengan pertanyaan Anda:

Mengatasi Hipertensi Dengan Diet Sehat

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,
Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar