Sukses

Belum Haid dan KB untuk Ibu Menyusui

05 Feb 2015, 21:46 WIB
Wanita, 24 tahun.

dok saya mau tanya dari melahirkan sampai sekarang usia anak saya sudah 10 bulan saya masih belum haid jga,,anak saya minum Asi ...saya sampai sekarang belum pake KB soal nya kata bidan nya belum bisa pake kb soal nya belum haid saya sering cek pake tespek tapi hasil nya negatif trus kira2 bagaimana ya dok solusi nya,apakah ini berbahaya?? dan kalau sudah bisa pake kb kira2 b jenis apa yah yang bagus untuk saya ibu menyusui

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Yang perlu dipastikan adalah apakah Anda sedang hamil atau tidak. Apakah Anda sudah pernah memeriksa tes kehamilan (test pack) akhir-akhir ini? Bila benar tidak hamil, apakah makanan anak Anda adalah ASI saja atau hampir semuanya ASI? Bila ya, maka kemungkinan penyebab dari Anda tidak menstruasi adalah karena faktor menyusui. Hal ini normal terjadi pada ibu yang masih menyusui secara aktif, di mana makanan anaknya dominan adalah ASI. Datangnya menstruasi setelah melahirkan memang dapat memanjang pada ibu yang masih menyusui. Ada juga yang dapat hingga 1 tahun, ada yang lebih lama lagi. 

Kami tetap menyarankan Anda untuk berkonsultasi ulang ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Kami juga menyarankan Anda untuk memulai menggunakan alat kontrasepsi bila tidak ingin punya Anak lagi dalam waktu dekat. 

Terdapat berbagai jenis metode kontrasepsi yang dapat digunakan oleh ibu menyusui:

1. Metode Amenorea Laktasi (MAL)
Metode kontrasepsi yang menjadikan laktasi (menyusui) sebagai kontrasepsi alami, memiliki efektifitas 98% dalam mencegah kehamilan. Pada saat menyusui, hormon prolaktin akan menekan ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) sehingga dapat mencegah kehamilan. MAL dapat digunakan sebagai kontrasepsi dengan beberapa syarat, yaitu:

  • Memberikan ASI eksklusif, tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi

  • ASI diberikan sesering mungkin, setiap bayi meminta, minimal 8x/hari (setiap 4 jam)

  • Belum mendapatkan menstruasi setelah melahirkan

  • Bayi berusia kurang dari 6 bulan

Jika bayi sudah berusia dari 6 bulan, dan frekuensi menyusui menurun, maka risiko kehamilan meningkat dan sebaiknya menggunakan metode kontrasepsi tambahan.

2. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/spiral
AKDR memiliki manfaat sebagai alat kontrasepsi dalam jangka panjang, yaitu 5-10 tahun. AKDR tidak memiliki pengaruh terhadap ASI. Pemasangan AKDR dapat segera dilakukan pada masa nifas tanpa harus menunggu menstruasi. Pemasangan AKDR disarankan setelah 4  minggu masa nifas untuk mengurangi risiko ekspulsi (keluarnya AKDR dari rahim).

3. Pil progestin/ minipil
Penggunaan minipil dapat dimulai kapanpun setelah melahirkan.

4. Implan
Implan dapat bertahan hingga 3 tahun. Penggunaan implan dapat dilakukan 3 minggu setelah melahirkan.

5. Suntik progesteron
Dilakukan setiap 3 bulan. Jika Anda menggunakan kontrasepsi hormonal progesteron, kesuburan tidak akan kembali secara langsung setelah penghentian, namun membutuhkan beberapa bulan setelah injeksi terakhir untuk mengembalikan kesuburan. Jadi, jika Anda memiliki rencana untuk hamil dalam waktu cepat, metode kontrasepsi ini mungkin bukan menjadi pilihan terbaik.

6. Kondom
Terdapat dua jenis kondom, yaitu kondom untuk pria dan kondom untuk wanita. Kondom untuk wanita memiliki cara kerja yang sama yaitu mencegah masuknya sperma ke dalam vagina.

7. Sterilisasi (tubektomi/vasektomi)
Merupakan kontrasepsi permanen jika tidak memiliki anak lagi. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,                                       

0 Komentar

Belum ada komentar