Sukses

Susah BAB Semenjak Makan Bubur

04 Mar 2015, 11:09 WIB
Wanita, 28 tahun.

Pagi, mau tanya seputar Baby umur 6.5bln yg baru peralihan ke MPASi. Bayi saya mengalami susah BAB semenjak makan bubur.. sudah 2x masuk RS, diberi dulcolak 10mg untuk membantu BAB nya. Bubur instant yg sy berikan tdk mengandung susu sapi dan +HA. Tapi baby masih menangis saat mengejan. Saya masih memberi asi eksklusif, tdk pakai sufor. Sampai sayapun ikut puasa tdk mengkonsumsi produk yg mengandung susu sapi. Baby sy pertamakali pengenalan bubur hanya saya beri 3sdk kecil bubur instant 30ml air..tekstur bubur cair.. Saat itu 4hari tdk bisa BAB dan menangis, saya bawa ke RS. Dianjurkan memberi bubur dgn tekstur yg lbh padat dan mulai konsumsi buah2an spt pepaya, alpukat dan melon. Saya mengikuti anjuran tsb.. saya beri bubur instant lbh padat dan pepaya saya saring dan diberi Interlak 5tetes slama 10hari. Tapi selang 1hari baby mau BAB juga menangis..akhirnya diberi Dulcolak lagi.. Bagaimana menanggulanginya dokter? Sayapun skrg sudah mennganti bubur instant dr berbagai merk.. interlak sdh saya berhentikan pemakaiannya krn adh 10hari, baby saya masih kesusuhan Bab nya.. Mohon info makanan apa yg bisa dikonsumsi pada masa peralihan ini? Apakah bayi saya alergi atau pencernaannya belum siap ya? Mohon pentunjuk.. Terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Sulit BAB pada bayi kemungkinan  terjadi ketika bayi mulai diberikan makanan pendamping yang biasanya mulai dikenalkan pada bayi saat berusia 4 bulan. Hal ini mengakibatkan konsistensi tinja berubah menjadi lebih keras yang disebabkan karena sistem pencernaannya belum sempurna dan belum dapat mencerna makanan padat dengan baik.

Kami anjurkan anda kembali berkonsultasi dengna dokter yang merawat anak anda untuk penanganan yang lebih tepat. Agar penanganan yang sebelumnya dapat diteruskan dengan langkah selanjutnya. Kami sarankan anda tidak mengganti-ganti dokter agar pemeriksaan atau informasi yang sudah ada tidak dimulai dari awal.

Bila Anda kembali pada dokter anak anda, dokter dapat menimbang langkah berikutnya yang dapat diambil untuk mengatasi keluhan anak anda tersebut. Semoga masalah sikecil dapat segera ditangani.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar