Sukses

Kutil HPV

02 Apr 2015, 19:14 WIB
Pria, 24 tahun.

Dok saya mau tanya, apa bedanya penyakit kutil HPV dengan penyakit kutil Katosis seboroik? karena waktu saya periksa jawaban dokter berbeda Terimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

HPV (Human Papilloma Virus) merupakan suatu jenis virus  DNA dari famili papillomavirus yang dapat menyerang manusia. HPV terutama menginfeksi kulit dan jaringan mukosa, termasuk genital/alat kelamin, mulut dan tenggorokan. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV. HPV-16 atau HPV-18 adalah jenis virus HPV yang memiliki risiko tinggi dan paling banyak ditemukan sebagai penyebab kanker serviks. Sedangkan HPV-6, HPV-11, dan beberapa jenis HPV lainnya memiliki risiko rendah dan biasanya menimbulkan tumor jinak. Berdasarkan risikonya, HPV dibagi menjadi dua:

HPV risiko rendah

  • Contoh: HPV-1 HPV-6, HPV-11
  • Tumor jinak/ kutil di kulit (veruka vulgaris) atau di kelamin (kondiloma akuminatum)

HPV risiko tinggi

  • Contoh: HPV-16 dan HPV-18
  • Tumor ganas/kanker: serviks, faring/tenggorokan, mulut

Apakah HPV menular?

Ya, HPV sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan kulit atau melalui hubungan seksual (pada HPV genital).

Paling umum terjadi adalah benjolan pada kelamin. Benjolan dapat berupa kelompok atau pun benjolan kecil. Bentuk bisa beragam, bisa kecil, merata besar ataupun menonjol. Infeksi HPV dapat menyebabkan Kanker Leher Rahim pada wanita. Jika hal ini sudah terjadi, maka gejala meluas menjadi:

  • Gejala paling umum dari kanker leher rahim adalah perdarahan abnormal dari vagina atau flek (bercak) vagina. Perdarahan abnormal ini terutama terjadi setelah berhubungan seksual,  namun dapat muncul juga perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, menoragia, atau bercak / perdarahan postmenopause. Bila perdarahan berlangsung dalam jangka waktu lama maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas karena anemia yang dialaminya.  Bercak kekuningan yang encer diikuti dengan bau amis dapat merupakan tanda-tanda keganasan. Gejala biasanya baru muncul ketika sel yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya.
  • Pada stadium lanjut, pasien dapat mengeluh bercak vagina yang berbau, penurunan berat badan, dan obstruksi (sumbatan) dalam berkemih.  Apabila kanker sudah menyebar ke panggul maka nyeri punggung dapat terjadi diikuti dengan hambatan dalam berkemih serta hidronefrosis (pembesaran ginjal).  Gejala kandung kemih maupun rektum (hematuri <kencing berdarah>, hematoschezia < BAB berdarah>, fistula) dapat berhubungan dengan penyebaran ke kandung kemih serta rektum pada tumor invasif.
  • Untuk menjadi kanker serviks dibutuhkan waktu sampai belasan tahun. Lesi (luka atau tanda) dini pada kanker leher rahim dapat berupa lesi indurasi (keras) ataupun ulserasi (luka bernanah), atau daerah yang sedikit elevasi (meninggi) dan bergranul yang mudah berdarah bila disentuh.

Baca juga: Kanker Leher Rahim / Kanker Serviks

Pada kasus infeksi HPV yang menjalar ke rongga mulut maka akan mudah sekali tercetus kanker rongga mulut. Maka gejala yang muncul berupa:

Tanda-tanda kanker rongga mulut

  1. Bercak putih atau merah
  2. Timbulnya rasa sakit, iritasi, patch atau benjolan.
  3. Sakit pada telinga.
  4.  Rasa sakit yang mudah berdarah dan tidak kunjung sembuh.
  5. Rasa kebas pada area wajah, mulut atau leher.
  6. Perasaan seperti ada yang tersangkut di tenggorokan.
  7. Pada pemakai gigi palsu terjadi perubahan kedudukan dari gigi palsu tersebut didalam mulut.
  8. Kesulitan dalam mengunyah , menelan menggerakkan lidah dan rahang.
  9. Perubahan kedudukan gigitan gigi rahang atas dan bawah.

Kutil bisa diterapi dengan obat topikal (tingtur podofilin, asam trikloroasetat) atau dengan bedah beku/laser/skalpel. Sedangkan untuk kanker serviks dan kanker lainnya yang disebabkan oleh HPV memerlukan penanganan yang lebih komprehensif termasuk operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar