Sukses

Apa Benar Terkena HNP?

02 Apr 2015, 18:44 WIB
Pria, 58 tahun.

selamat siang dok, ayah saya berumur 58 tahun, saat ini sering mengalami gejala nyeri pada otot dekat persendian, berdasarkan hasil MRI ayah saya terkena HNP, namun yang mengherankan adalah ayah saya hanya terasa saat2 tertentu saja, terkadang bisa sehat seharian namun seketika duduk pun bisa sakit luar biasa. kalo sepengetahuan saya, orang yang terkena HNP itu tidak bisa beraktifitas seperti biasa, tp tidak dengan ayah saya, beliau kalo tidak sedang kumat bisa beraktifitas lancar. bahkan ada dokter yang dari rs di jogja sampai bingung dengan penyakit ayah saya. yang saya mau tanyakan apakah benar ayah saya mengidap HNP atau mengidap penyakit lain? bagaimana solusinya Terima Kasih Julian Pradita Alam Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/konsultasi/nyeri-otot-diantara-sendi

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

HNP merupakan suatu keadaan dimana sebagian atau seluruh bagian dari nukleus pulposus mengalami penonjolan kedalam kanalis spinalis. Salah satu faktor risiko HNP adalah pekerjaan, seperti terlalu sering mengangkat beban berat, sehingga menyebabkan tekanan pada tulang belakang dan menyebabkan penonjolan nukleus pulposus.

Gejala:

HNP paling sering terjadi di daerah lumbal (tulang belakang bagian bawah), tersering di L3-L5. Gejala yang muncul berupa nyeri kronik dan biasanya hebat pada lokasi penjepitan saraf, kesemutan/baal, nyeri dapat menjalar ke paha/kaki, gangguan buang air kecil/disfungsi seksual, sampai kelemahan anggota tubuh/kelumpuhan. Nyeri biasanya dipicu oleh perubahan posisi tubuh, membungkuk, batuk, mengejan, mengangkat beban, atau suhu dingin.

Terapi:

HNP (Hernia Nucleosus Pulposus) atau saraf terjepit perlu ditangani secara serius karena jika tidak ditangani secara serius maka dapat mengakibatkan komplikasi yang tidak diinginkan.

  • Terapi konservatif
    • Bed rest 3-6 minggu + obat anti nyeri
    • Pasien harus tidur di atas kasur yang keras, berlapis papan di bawahnya supaya kasur tidak melengkung selama beberapa minggu sampai 3 bulan.
    • Fisioterapi
    • Bila nyeri dan keluhan subyektif menghilang, maka mobilisasi dapat dilakukan lambat laun untuk kemudian dbantu dengan ‘braces’, ‘corset’ atau ‘belt’
  • Terapi operatif:
    • Operasi bertujuan untuk menghilangkan penekanan dan iritasi pada saraf sehingga nyeri dan gangguan fungsi akan hilang.
    • Harus dilakukan terutama jika sudah ada kelainan neurologik yang semakin memburuk

JIka anda meragukan hasil pemeriksaan dokter sebelumnya, anda berhak memilih second opinion yaitu mencari pendapat dokter lain. Anda dapat kembali memeriksakan ayah anda kepada dokter yang berbeda, dan berdiskusilah mengenai penanganan apa yang tepat untuk kondisi ayah anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar