Sukses

Diare pada Anak

27 Jan 2015, 15:35 WIB
Pria, 34 tahun.

Selamat Pagi dokter! dok saya mau tanya, Keponakan saya uisa 11 bulan diare sdh ke doktr 2 hari yg lalu tp blm jg sembuh,apa yang hrs sy lakukan atau obat apa yang cocok buat anak 11 bulan?ats jawabnnya sy ucapkan trims.

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya menjawab pertanyaan Anda, kami akan terlebih dahulu menjelaskan mengenai diare. Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) , persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi tinja yang cair yang menjadi karakteristik diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya infflamatory bowel disease. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Diare dapat disebabkan oleh:

  • virus (paling sering)
  • bakteri
  • infeksi parasit
  • obat-obatan (kafein, alkohol)
  • penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)
  • laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)
  • pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)

Gejala yang biasanya menyertai diare, antara lain:

  • tinja yang cair atau lunak
  • sering buang air besar
  • nyeri perut
  • demam
  • darah di dalam tinja

Selain itu, gejala lain seperti mual dan muntah dapat menyertai diare yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi bakteri atau parasit biasanya menyebabkan buang air besar yang berdarah dan juga terjadi demam.

Bagaimana cara mengatasinya? Pastikan ada tidaknya tanda-tanda dehidrasi, cegah perburukan dan bawa ke fasilitas kesehatan :
Tanda-tanda dehidrasi pada anak

  1. tanpa dehidrasi: sadar, mau minum normal, kelopak mata normal, air mata banyak, mulut tidak kering, kulit tidak keriput. Urin normal. Berat badan turun<5%. Terapi penggantian cairan rehidrasi oral (CRO) 10ml/kgBB/setiap diare; 2-5ml/kgBB setiap muntah.
  2. dehidrasi ringan-sedang : rewel, gelisah, tampak kehausan dan minum dengan cepat, kelopak mata cekung, air mata berkurang, mulut kering, kulit pucat, urin berkurang, berat badan turun 5-10% dari berat badan sebelumnya. Diberikan rehidrasi dengan CRO 75mg/kgBB/3jam dan penggantian cairan sama seperti dehidrasi ringan.
  3. dehidrasi berat : lemah, tidak sadar, tidak mau minum, kelopak mata sangat cekung, sangat kering, kulit pucat, berat badan turun>10% dari berat badan sebelumnya. Terapi rehidrasi dengan cairan intravena (infus) untuk itu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Bila sudah dipastikan tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau dehidrasi sudah teratasi, dicari penyebab diarenya. Bila penyebabnya adalah virus, diare dapat sembuh sendiri dan yang paling penting adalah istirahat dan minum yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Bila penyebabnya adalah bakteri, dapat diberikan antibiotik.

Melihat kondisi dari anak Anda, tatalaksana yang dilakukan sudah benar. Apabila setelah 3 hari gejala tersebut masih menetap, Anda dapat berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis anak tersebut untuk dicari penyebab lainnya. Bercak darah yang terdapat pada feses anak Anda, dapat diakibatkan oleh adanya infeksi bakteri di saluran pencernaan. Untuk mengetahui jenis bakterinya dapat dideteksi melalui pemeriksaan lanjutan pada feses tersebut. Berikut kami sertakan artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar