Sukses

Kista Ovarium dan Batu Ginjal

19 Nov 2014, 15:44 WIB
Pria, 27 tahun.

dok...istri saya kena kista besarnya 7,3 cm dan juga batu ginjal sebesar 4,7 mm. Mohon saranya dok??? apakah harus oprasi atau gimana.....???

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kista ovarium atau indung telur adalah suatu kantong berisi cairan yang ditemukan pada organ yang bersangkutan. Kondisi ini bukan suatu penyakit yang berbahaya, dan kerap sekali disebut sebagai kista fungsional. Sedikitnya hanya sekitar 4-10% penderita yang mengalami gangguan kista serius seperti PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome).

Tata laksana kista ovarium ditentukan dari ukuran kista tersebut:

  • Ukuran kurang lebih sama dengan 6 cm

Tidak memerlukan terapi, dan diharapkan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Anda hanya perlu memeriksakan diri ke Dokter setiap 2 bulan sekali untuk mengevaluasi ukuran kista beserta dengan ada tidaknya pertumbuhan kista baru. Pada keadaan tertentu, terkadang Dokter memberikan resep pil hormonal.

  • Ukuran lebih besar dari 6 cm

Kista yang terus membesar dan tidak mengecil setelah 2-3 kali siklus menstruasi dan atau disertai rasa nyeri, perlu membutuhkan tata laksana khusus seperti tindakan operasi.

Sedangkan batu saluran kemih merupakan massa keras yang terbentuk dari pengendapan kristal yang ada di urin. Batu ini paling sering terbentuk didalam ginjal atau ureter (saluran kemih yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih). Namun dapat juga terbentuk dalam kandung kemih ataupun uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan alat kelamin). Berikut akan lebih dibicarakan tentang batu ginjal.

Batu ginjal dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur. Kebanyakan dari batu ginjal yang terbentuk keluar bersama dengan urin tanpa menimbulkan keluhan. Jika batu ginjal berukuran besar (lebih dari 2-3 mm), barulah dapat menimbulkan keluhan karena tersumbatnya saluran kemih.

Sekitar 90 % dari batu ginjal yang berukuran 4 mm dapat keluar dengan sendirinya melalui urin. Namun, kebanyakan batu berukuran lebih dari 6 mm memerlukan intervensi. Pada beberapa kasus, batu yang berukuran kecil yang tidak menimbulkan gejala, dapat diobservasi selama 30 hari untuk melihat apakah dapat keluar dengan sendirinya sebelum diputuskan untuk dilakukan intervensi bedah. Tindakan bedah yang cepat, perlu dilakukan pada pasien yang hanya mempunyai satu ginjal, nyeri yang sangat hebat, atau adanya ginjal yang terinfeksi yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Untuk mencegah terjadinya batu ginjal, maka beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Minum banyak air putih sehingga produksi urin dapat menjadi 2-2,5 liter per hari
  • Diet rendah protein, nitrogen, dan garam
  • Hindari vitamin C berlebih, terutama yang berasal dari suplemen
  • Hindari mengonsumsi kalsium secara berlebihan

Jenis batu ginjal yang paling sering (lebih dari 80 %) adalah yang terbentuk dari kristal kalsium oksalat. Pendapat konvensional mengatakan bahwa konsumsi kalsium dalam jumlah besar dapat memicu terjadinya batu ginjal. Namun, bukti-bukti terbaru malah menyatakan bahwa konsunsi kalsium dalam jumlah sedikitlah yang memicu terjadinya batu ginjal ini. Hal ini disebabkan karena dengan sedikitnya kalsium yang dikonsumsi, maka oksalat yang diserap tubuh semakin banyak. Oksalat ini kemudian melalui ginjal dan dibuang ke urin. Dalam urin, oksalat merupakan zat yang mudah membentuk endapan kalsium oksalat. Jenis batu yang lain adalah yang terbentuk dari struvit (magnesium, ammonium, dan fosfat), asam urat, kalsium fosfat, dan sistin.

  • Batu struvit dihubungkan dengan adanya bakteri pemecah urea seperti Proteus mirabilis, spesies Klebsiela, Seratia, dan Providensia. Bakteri ini memecah urea menjadi ammonia yang pada akhirnya menurunkan keasaman urin
  • Batu asam urat sering terjadi pada penderita gout, leukemia, dan gangguan metabolism asam-basa.  Semua penyakit ini menyebabkan peningkatan asam urat dalam tubuh
  • Batu kalsium fosfat sering berhubungan dengan hiperparatiroidisme dan renal tubular acidosis
  • Batu sistin berhubungan dengan orang yang menderita sistinuria.

Pola makan yang dianjurkan tergantung dari jenis batunya, yang biasanya dapat diketahui dari pemeriksaan air kemih/kencing. Pengaturan pola makan ini pun masih harus dilakukan dalam pengawasan ahli gizi agar pada akhirnya tidak terjadi kekurangan. Batu yang paling sering terjadi adalah batu kalsium-oksalat dan batu urat, untuk itu pembahasan akan dibatasi hanya pada diet batu kalsium-oksalat dan batu urat.

Batu kalsium-oksalat --> menjaga asupan kalsium tetap normal/sedikit rendah; mengurangi asupan garam dan protein hewani; kurangi konsumsi bahan makanan dan minuman sumber oksalat (kafein, teh, minuman soda/soft drink).

Batu urat --> kurangi konsumsi bahan makanan dan minuman sumber asam urat (melinjo, emping, kacang-kacangan, bayam, coklat).

Kurangnya asupan cairan dan kurang aktivitas juga merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya batu (tanpa melihat jenisnya), sehingga sangat disarankan untuk meningkatkan asupan cairan hingga 2-3 liter/hari dan melakukan aktivitas fisik rutin dan teratur.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar