Sukses

Suami ke Dua, Air Mani Meluber

21 Nov 2014, 13:58 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok, saya baru menikah utk yang kedua kalinya dan sudah memasuki bulan ke 9. pada saat berhubungan intim pada posisi-posisi tertentu, ketika saya merasakan nikmat pada vagina saya, tanpa sadar atau tidak vagina saya mengeluarkan cairan yg cukup banyak (kadang muncrat). apakah itu cairan orgasme saya? namun awal saya merasakan hal seperti itu cairan yang keluar adalah putih bening dan agak kesat, sampai2 suami saya harus menggunakan pelumas krn merasa sakit pada kuli Mr.P nya. namun baru belakangan ini warna cairan yang keluar sudah mulai berwarna putih sperti sperma. Apakah itu hal wajar? jika itu cairan orgasme, mengapa sensasinya orgasme/klimaks nya berbeda dengan ketika saya masturbasi (lbh nikmat tp tdk keluar cairan banyak/kering). apakah cairan yang keluar banyak ini berpengaruh pada rencana kehamilan saya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Cairan ejakulasi yang keluar lagi lewat vagina setelah melakukan hubungan sangat wajar terjadi dan hal tersebut tidak mempengaruhi potensi terjadinya kehamilan selama sperma yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan jumlah yang cukup. Hal tersebut juga tidak ada keterkaitannya dengan kelainan rahim. Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma. Sperma yang berukuran mikroskopik dapat masuk ke rahim melalui mulut rahim sedangkan sisa cairannya akan tertinggal di dalam vagina. Apabila cairan ejakulasi keluar dari vagina sesaat setelah melakukan hubungan seksual atau pada pagi harinya, hal tersebut masih wajar terjadi karena cairan ejakulasi tidak diserap dan akan keluar sebagian. Sebaiknya setelah selesai berhubungan, Anda dapat mempertahankan posisi berbaring dengan dialaskan bantal selama 5-10 menit agar cairan mani tidak langsung keluar.

Kami sarankan Anda untuk tidak membiasakan melakukan kegiatan masturbasi, karena sebagian orang memang menemukan kenikmatan yang berlebih dengan melakukan rangsangan seksual mandiri ini. Dampaknya bermacam-macam, dapat menjadi orgasme dini atau bahkan susah orgasme. Alihkan keinginan untuk masturbasi dengan tindakan-tindakan positif seperti melakukan hobi, berdua, beraktivitas dengan keluarga dan lain sebagainya.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar