Sukses

Stroke dan Kejang

19 Nov 2014, 10:07 WIB
Wanita, 19 tahun.

ayah saya 2 tahun yang lalu kena stroke perdarahan kemudian di operasi. tetapi sekarang ayah sy mengalami kejang-kejang. kurang lebih sudah sekitar 8 kali kejang-kejang dan pingsan. jadi yg sy mau tnyakan dok, apa yang mnyebabkan kejang-kejang tersebut dan bagaimana cara mengatasinya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Stroke atau serangan otak bisa terjadi akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang memperdarahi otak, menyebabkan kerusakan sel-sel otak sehingga kehilangan fungsinya. Berdasarkan letak pembuluh darah otak yang terkena, gejala khas yang umum ditemukan adalah keluhan lemahnya sisi tubuh dan bicara pelo yang berlangsung selama lebih dari 24 jam. Semakin lama tangan dan kaki yang mengalami kelemahan akan membentuk sebuah pola yang umum terlihat pada hampir seluruh penderita stroke (setiap sendi pada lengan dan tangan akan menekuk maksimal dengan cara berjalan yang khas). Pada jenis stroke perdarahan, biasanya penderita mengalami nyeri kepala yang sangat hebat.

Terdapat beberapa keadaan lanjut yang dapat terjadi akibat stroke, salah satunya adalah kejang. Hal ini diyakini terjadi sebagai akibat terbentuknya skar (jaringan parut) dari penyembuhan jaringan otak yang kemudian menyebabkan gangguan hantaran aktivitas listrik otak.

Sebuah studi mengenai kejang yang dialami setelah stroke (Seizures After Stroke Study / SAAS) oleh Universitas Toronto di Kanada, menunjukkan bahwa 2,5% pasien stroke dapat berkembang menjadi epilepsi (kejadian kejang > 1x dalam 24 jam). Oleh karena itu diperlukan evaluasi lebih lanjut mengenai penyebab kejangnya. Apakah terjadi akibat strokenya atau merupakan suatu kondisi medis lain yang terpisah dari stroke.

Diskusikan hal ini dengan Dokter Spesialis Saraf yang menangani Ayah Anda, sekaligus untuk merencanakan terapi rehabilitasi fungsi organ tubuhnya. Proses pemulihan paling cepat terjadi dalam 3 bulan pertama setelah stroke, tetapi perkembangan dapat terus berlanjut hingga satu tahun. Bahkan beberapa mengalaminya secara lambat dalam beberapa tahun.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar