Sukses

Kista Indung Telur dan Keputihan

16 Nov 2014, 21:04 WIB
Wanita, 25 tahun.

saya belum menikah sering keputihan dan sering mengalami nyeri yang sangat pada saat haid, waktu diperiksa di dokter ditemukan kista di kedua indung telur saya, apa solusi untuk menyembuhkan kista dan keputihan dokter?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung yang berisi cairan yang ditemukan di ovarium. Selama fase menstruasi, ovarium akan menghasilkan telur dari pematangan kantung yang disebut folikel. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau dibilang sebagai kista yang fungsional. Hanya sekitar 4-10% yang mengalami gangguan kista serius seperti PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome).

Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.

Terapi pembedahan baru dipertimbangkan pada kista berukuran > 6cm dan tampak membesar atau tidak mengecil (ukuran tetap) setelah 2-3 siklus menstruasi. Selain itu, tindakan operasi juga dapat dilakukan apabila timbul keluhan nyeri. Cara lainnya adalah dengan menggunakan pil kontrasepsi untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kista baru. 

Beberapa jenis kista ovarium memang dapat mengganggu kesuburan, namun tidak selalu terjadi dan sebagian besar jenis kista ovarium tidak menyebabkan gangguan kesuburan (masih bisa hamil).

Kista ovarium yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan adalah:

  • Endometriosis
  • PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kista ovarium yang tidak menyebabkan gangguan kesuburan:

  • Kista fungsional
  • Kistadenoma
  • Kista dermoid

Perlu dipastikan jenis kista Anda, jika PCOS maka dapat menyebabkan gangguan menstruasi. PCOS adalah merupakan gangguan pada wanita akibat ketidakseimbangan hormonal. PCOS menyebabkan hiperandrogenisme pada wanita yang mengakibatkan terjadinya terganggunya siklus menstruasi. Terjadi pada 1 dari 15 wanita dan umumnya pada usia reproduktif. PCOS dapat menjadi penyebab mentruasi iregular, selain gangguan menstruasi PCOS memiliki gejala lain seperti jerawat,  rambut rontok (androgenik alopesia), gangguan kesuburan, diabetes melitus (10%), rambut-rambut halus tumbuh di wajah dan badan, dan obesitas (50%).

Sedangkan keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal / fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dan lain-lain) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit. 

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Sebaiknya Anda melakukan konsultasi ulang ke dokter kandungan dan kebidanan yang menangani Anda agar Anda dapat mengetahui pasti jenis kista ovarium serta penyebab keputihan dan mendapatkan terapi yang optimal.

Berikut kami lampirkan artikel yang berkaitan dengan keluhan Anda:

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar