Sukses

Asam Lambung Tak Kunjung Sembuh dan Hidung Tersumbat

27 Mar 2015, 22:44 WIB
Wanita, 36 tahun.

dokter saya sdh ada krg lbh 1 tahunan menderita asam lambung,sdh bolak balik ke dokter..bersamaan asma lambng saya merasakan hidung sblh kiri tersumbat , kepala terasa berat seakan2 kurang oksigen,efek kepala berat spt limbung,dada atas kadang terasa sensasi panas..sendawa,perut kembung,,kdg dada atas trs nyeri apa jantung dok...?kenapa asam labung sy nggak sembuh2?ada hubungannya nggak dok antara asam lambung saya dengan tersumbatnya hidung saya...minta solusinya..terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Peningkatan asam lambung memang dapat menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
    • nitrat

    • anti-kolinergik

    • antidepresan tricyclic

    • NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)

    • kalium garam dan bifosfonat seperti alendronate

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. Dalam hal ini Anda mengkonsumsi anatsid atau mylanta yang memang dapat membantu meredakan kondisi peningkatan asam lambung Anda. Namun yang terlebih penting adalah untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat agar keluhan Anda menjadi lebih terkendali.

Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, kami menganjurkan Anda untuk mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi menyeluruh. Apakah saat ini ada obat-obatan yang Anda sedang konsumsi?

Sedangkan keluhan hidung tersumbat, kami menduga keluhan tersebut tidak berkaitan dengan penyakit asam lambung yang anda derita. Untuk itu sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kepada dokter untuk mendapatkan penangnan yang lebih tepat.

Kami sertakan juga artikel:

Beda Sakit Maag dan GERD?

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar