Sukses

Kesuburan Setelah Berhenti KB Suntik

27 Mar 2015, 22:52 WIB
Wanita, 30 tahun.

Slamat siang dok.saya ibu 1 anak.pd bln agst saya lepas kb(suntik 3bln),pd bln sept saya mulai haid tp cuma flek,pd bln okt dan nov saya haid byk tp 1mgg slsai haid 3hr dpt haid lg smp skrg seperti itu pdhl slma kb saya tdk pernah haid. Yang saya tanyakan apakah haid saya normal karena hbis lepas kb apa gmn dok n smp kpn akan sprti itu lg sdgkn saya sdg program anak ke 2.makasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Kembalinya kesuburan yang ditandai dengan teraturnya siklus menstruasi setelah berhenti KB suntik memang memerlukan waktu yang bervariasi. Kesuburan tidak akan langsung kembali setelah penghentian KB suntik. Pada pemakaian KB suntik 3 bulan (KB suntikan progestin), siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun setelah pemakaian suntikan KB dihentikan. Pengembalian kesuburan untuk kehamilan 5-7 bulan setelah penghentian suntikan.

Selama dalam waktu pengembalian kesuburan maka siklus menstruasi dapat mengalami ketidakteraturan yang disebabkan karena proses pengembalian keseimbangan hormonal beberapa waktu. Maka, yang saat ini dapat Anda lakukan adalah menunggu serta mempersiapkan diri untuk kehamilan. 

Yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar