Sukses

Sariawan atau Kanker Rongga Mulut ?

13 Nov 2014, 09:50 WIB
Pria, 30 tahun.

Sore dok saya pemuda berusia 30th,2th yg lalu sya perokok aktiv dalam 1 hari biasa menghabiskan 2 bungkus rokok,dan sekarang saya sudah berhasil berhenti dari jeratan rokok. yg saya ingin tanyakan"mengapa setelah berhenti merokok saya sering terkena sariawan dan lama sekali baru bisa sembuh,anehnya sariawan yg saya derita lebar dan dalam ada bercak nanah juga,apakah itu pertanda saya terkena gejala kangker mulut dok..dan bagaimana solusi terbaiknya dok obat apa yg meski saya konsumsi..terimakasih dok.

drg. Arni Maharani

Dijawab Oleh:

drg. Arni Maharani

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi.

Saya turut prihatin atas kondisi yang Anda alami. Kanker mulut dapat timbul di dalam mulut dengan tampilan dan bentuk yang berbeda-beda. Terkadang berupa bercak putih ataupun merah, namun biasanya yang paling umum timbul sebagai adalah sebagai luka (ulkus) yang tidak terasa sakit dan tak kunjung sembuh.

Bila terdapat luka (ulkus) yang tidak kunjung sembuh sendiri dalam kurun waktu hingga lebih dari 3 minggu, ataupun ditemukan perubahan yang mencurigakan seperti adanya bercak putih atau merah di dalam rongga mulut, bersegeralah untuk memeriksakan kepada dokter yang memiliki kompetensi khusus pada bidang terkait. Dalam hal ini, adalah dokter gigi yang mendalami bidang penyakit mulut (drg. Sp.PM) agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih menyeluruh. 

Kelompok beresiko tinggi untuk terkena kanker mulut adalah kaum perokok, peminum alkohol, dan orang yang termasuk kelompok usia 40 tahun ke atas.Penggunaan  tembakau  dan konsumsi alkohol masih merupakan faktor resiko utama. Dan hingga kini masih diyakini sebagai pemicu utama pada kasus kanker mulut. Kebiasaan mengunyah daun tembakau atau apapun cara konsumsi tembakau yang tidak menghasilkan asap (smokeless) memiliki resiko kanker mulut yang lebih rendah dibanding perokok atau perokok cerutu, namun tetap saja sama bahayanya. 

Perokok dan peminum yang berusia 40 tahun ke atas beresiko 30 kali lebih besar untuk terkena kanker mulut, meski sekarang makin banyak orang berusia lebih muda yang menderita penyakit ini terutama wanita. Selain itu, semakin banyak bukti terkumpul yang mengungkapkan bahwa seks oral dapat berkontribusi dalam menyebarkan kanker mulut, yaitu  melalui transmisi Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini dapat ditemukan di mulut dan tenggorokan, leher rahim, dan anus. Virus ini merupakan virus yang sama yang menyebabkan kanker di leher rahim.

 
Bila menemukan sesuatu yang abnormal dan mencurigakan dalam mulut Anda seperti yang disinggung di atas, segera konsultasikan diri Anda ke dokter gigi spesialis penyakit mulut untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter gigi Anda akan mengambil sedikit jaringan lunak dari mulut (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium oleh ahli patologi. Bila dari pemeriksaan  makin memperkuat kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit kanker mulut, maka diperlukan pemeriksaan yang lebih lanjut seperti pemeriksaan darah, rontgen, atau CT scan agar ditemukan lokasi pasti dari kanker tersebut.

Setelah diagnosa ditegakkan, barulah rencana perawatan dapat ditetapkan bagi pasien yang bersangkutan. Perawatan yang akan dilakukan sangat bergantung pada tingkat keparahan penyakit. Oleh sebab itulah deteksi dini dari penyakit ini sangat penting, dan dibutuhkan kesadaran serta kewaspadaan dari berbagai lapisan masyarakat.

Demikian informasi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

 

 

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar