Sukses

Kista Ovarium dan Kenaikan Berat Badan

22 Mar 2015, 11:50 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok,saya punya kista ovarium disebelah kanan. Pada USG pertama ukurannya 8cm,USG kedua sekitar awal september tinggal 4cm. Setelah itu saya belum USG lagi sampai saat ini. Namun berat badan saya naik,dari yang hanya 45kg menjadi 50kg,dan perut saya juga terasa banyak lemaknya dan pipi saya juga terlihat lebih chubby. Apakah ini ada hubungannya dengan kista ovarium saya. Terima kasih sebelumnya dan mohon penjelasannya.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Pada umumnya tidak ada kaitan langsung antara peningkatan berat badan dengan adanya kista ovarium. Bagaimana dengan pola makan dan aktivitas anda selama iini?

Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung yang berisi cairan yang ditemukan di ovarium. Selama fase menstruasi, ovarium akan menghasilkan telur dari pematangan kantung yang disebut folikel. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau dibilang sebagai kista yang fungsional. Hanya sekitar 4-10% yang mengalami gangguan kista serius.

Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.

Terapi pembedahan baru dipertimbangkan pada kista berukuran > 6cm dan tampak membesar atau tidak mengecil (ukuran tetap) setelah 2-3 siklus menstruasi. Selain itu, tindakan operasi juga dapat dilakukan apabila timbul keluhan nyeri. Cara lainnya adalah dengan menggunakan pil kontrasepsi untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kista baru.

Mengingat keterbatasan kami dalam melakukan pemeriksaan fisik, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan kembali sehingga dapat mendapatkan saran tatalaksana. 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar