Sukses

Cara Menambah Tinggi

10 Mar 2015, 23:46 WIB
Wanita, 26 tahun.

Tanya dok, saya sering mendengar untuk menambah tinggi badan bisa dengan olahraga lompat2, kapan waktu yg baik dan berapa kali sehari? apa bisa diusia saya 26th masih bisa tinggi lagi?. Mohon sarannya untuk menambah tinggi badan diusia saya yg sudah 26th ini! Terimakasih...

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu genetik (keturunan), gizi, dan lingkungan. Genetik dalam hal ini adalah tinggi badan kedua orangtua.

Rumus memperkirakan tinggi anak berdasarkan tinggi orangtuanya adalah :

  • Anak laki-laki= (Tinggi Ibu + 13) + Tinggi Ayah (dalam cm) dibagi 2 ± 8,5 cm

  • Anak perempuan = (Tinggi Ayah - 13) + Tinggi Ibu (dalam cm) dibagi 2 ± 8,5 cm

Dari faktor gizi yang diperlukan tentu saja protein untuk pertumbuhan dan perbaikan sel yang diikuti oleh gizi seimbang dari sumber lainnya. Sedangkan lingkungan dalam hal ini berarti adalah olahraga untuk melancarkan aliran darah dan membantu metabolisme agar berjalan dengan baik (seperti berenang, berlari, dan jenis aerobik).

Namun perlu diketahui bahwa penambahan tinggi badan dapat dilakukan apabila lempeng pertumbuhan yang terdapat di tulang panjang masih terbuka. Lempeng tersebut terbuka pada saat usia pubertas dan baru akan menutup pada usia 20-21 tahun. Namun menutupnya lempeng pertumbuhan harus dibuktikan dengan foto rontgen di beberapa area tulang.

Yang Anda perlukan hanyalah menjaga asupan nutrisi Anda yang cukup protein dan kalsium serta berolahraga teratur. proses pemadatan tulang dewasa akan berhenti sampai usia 35 tahun.

Untuk menunjang pertumbuhan yang optimal dibutuhkan:

  • Vitamin untuk kekuatan tulang yaitu:

    • vitamin D,

    • kalsium,

    • dan phospor.

Semua vitamin tersebut terangkum dalam makanan yang mengandung protein. baik itu protein hewan atau nabati, serta unsur sayuran hijau.

Contoh protein hewani yaitu:

  • daging sapi,

  • daging ayam atau

  • ikan,

  • kerang,

  • cumi,

  • serta putih telur.

Contoh protein nabati yaitu:

  • tahu

  • tempe dan

  • kacang-kacangan kering lainnya seperti:

    • kacang tanah,

    • kacang hijau,

    • kacang polong, dsb.

Tidak diperlukan suplemen dalam hal ini apabila kebutuhan nutrisi Anda sudah cukup.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar