Sukses

Mencegah Typhoid Berulang Pada Anak

12 Feb 2015, 23:33 WIB
Pria, 32 tahun.

Dokter saya ingin tanya pada bulan agustus anak saya usia 6 tahun terkena gejala typus selama kurang lebih 2 minggu dan sembuh,apakah betul selama 3 bulan kedepan kondisi anak saya masih rentan terkena gejala typus lagi?.Terima kasih.

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Berdasarkan pemaparan Anda, memang sepertinya anak Ibu tersebut menderita demam tifoid. Pada anak, tanda dan gejala penyakit ini memang muncul secara bertahap:

Tahap pertama. Gejala dan tanda yang dapat muncul (tidak harus semua muncul), antara lain:

  • Demam tinggi (bisa sampai 39-40 C)
  • Nyeri kepala
  • Lemas
  • Nyeri tenggorokan
  • Nyeri perut
  • Konstipasi (sulit BAB) atau diare
  • Merah-merah (pada minggu ke-dua) pada dada serta perut bagian atas, hilang dalam 2 - 5 hari

Tahap kedua. Jika tidak mendapatkan pengobatan, dapat berkembang menjadi tahap kedua, dengan tanda-tanda, antara lain:

  • Demam tinggi yang berlanjut
  • Diare atau konstipasi berat
  • Penurunan berat badan
  • Distensi (pembengkakan) perut

Tahap Tifoid. Terjadi pada minggu ketiga. Pada tahap ini komplikasi yang berbaha dapat timbul. Karena itu perawatan di Rumah Sakit dengan perawatan yang baik harus dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi. Komplikasi yang dapat terjadi dapat berupa perdarahan saluran cerna, perforasi (bolongnya) saluran cerna, dll. 

Pemeriksaan leukosit darah dapat menunjukkan adanya inflamasi karena infeksi akut, kronik. Pada kasus anak Anda, peningkatan leukosit ini mendukung kemungkinan inflamasi atau infeksi pada saluran cerna yang disebabkan oleh infeksi kuman Salmonella typhi (penyabab demam tifoid). Selain itu, banyak pemeriksaan lain yang dapat digunakan untuk mendukung diagnosis tersebut, diantaranya adalah Gall kultur, pemeriksaan kultur bakteri pada tinja, pemeriksaan widal dan lain sebagainya.

Penanganan penyakit ini adalah pemberian antibiotik yang diberikan melalui pembuluh darah untuk mengatasi kuman penyebab serta obat-obat lain untuk menangani gejala, seperti obat penurun panas. Selain itu, anak memang sebaiknya cukup minum untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Jika cairan yang masuk melalui minum tidak cukup, perlu diberikan cairan melalui pembuluh darah (infus).

Pengobatan yang diberikan pada pasien dengan typhoid adalah obat yang digunakan untuk menurunkan panas yang termasuk ke dalam golongan antipiretik seperti parasetamol dan ibuprofen. Untuk melawan kuman bakteri Salmonella, pasien dapat diberikan antibiotik yang tepat, seperti contohnya kloramfenikol, ciprofloxacin,ataupun cefriaxon, cefixime.

Obat-obat tersebut hanya dapat dikonsumsi dengan resep dokter, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan indikasi dokter, baik jenis obat, dosis dan lama penggunaannya, justru akan berakibat buruk bagi tubuh. Selain itu, seringkali dokter akan memberikan vitamin atau obat yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Demam tifoid dapat berulang jika terdapat penurunan daya tahan tubuh. Sebaiknya anak Anda banyak istirahat dan mengkonsumsi makanan bergizi serta pastikan untuk menjaga kebersihan makanan yang anak Anda konsumsi.

Berikut pencegahan demam tifoid:

  1. Ketahui dengan pasti makanan yang anak Anda makan dimasak sematang mungkin
  2. Ketika tubuh sedang kurang fit, hindari jajan sembarangan karena pada dasarnya penyakit apapun akan lebih mudah menyerang saat tubuh kita dalam kondisi yang kurang prima.
  3. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah Anda makan, ikuti 7 langkah mencuci tangan yang dianjurkan WHO (Baca: Bagaimana Mencuci Tangan yang Benar?)
  4. Jika memungkinkan, bawalah perbekalan makan dari rumah, segala sesuatu yang dimasak di rumah sendiri seharusnya lebih higienis daripada yang biasa Anda dapatkan di tempat umum.

Kami lampirkan beberapa artikel yang dapat Anda baca : 

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar