Sukses

Nyeri Perut Kiri Bawah dan Keputihan Berbau

13 Feb 2015, 00:04 WIB
Wanita, 26 tahun.

dok saya ingin tanya perut bawah kiri saya sakit dan kalau sudah buang air kecil keluar cairan putih yang bau kayak amis gtu dan sudah 5th saya blm di kasih keturunan kenapa ya dok? terimakasih?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Apakah ada gejalan lain seperti demam, mual, muntah, penurunan berat badan, rasa panas, gatal atau nyeri di daerah kemaluan? Adakah perubahan pola BAB, seperti darah atau lendir pada BAB Anda?

Begitu banyak penyebab yang dapat menimbulkan keluhan nyeri perut kiri bawah. Posisi perut di kiri bawah terdiri dari kulit, otot, jaringan lemak dan penunjang, usus besar ataupun organ kewanitaan. Salah satu gangguan dari organ diatas dapat menyebabkan keluhan nyeri perut kiri bawah. Apabila nyeri tersebut berasal dari nyeri lain, misal: asalnya nyeri pinggang kiri yang menjalar ke perut kiri, maka ada kemungkinan terdapat gangguan pada saluran kemih. Apabila disertai dengan gangguan BAB maka terdapat masalah pada sistem pencernaan misalkan dapat terjadi IBS (Irritable Bowel Syndrome) atau Inflammatory Bowel Disease (IBD). Namun, penyakit ini baru dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (X-ray tanpa kontras atau dengan kontras). Selain itu juga, dapat juga terdapat masalah pada indung telur, misalkan kista indung telur.

Mengingat keterbatasan kami dalam melakukan pemeriksaan fisik, kami sarankan suami Anda mengunjungi dokter spesalis penyakit dalam untuk wawancara medis yang mendetil untuk informasi lengkap dan pemeriksaan fisik untuk menunjang diagnosis. Namun untuk sementara ada beberapa hal yang dapat Anda dapat coba lakukan :

  • Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan makan tepat waktu dan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, banyak konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur, makan teratur dan menghindari makanan pedas, asam, berlemak, dan minuman beralkohol
  • Konsumsi air putih dalam jumlah banyak setiap harinya (lebih kurang 1,5-2 liter/hari)
  • Jagalah kebersihan daerah kemaluan

Mengenai keluhan cairan putih dari vagina yang berbau amis, kami tidak dapat memastikan apa penyebab keluhan tersebut. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis/abnormal. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri. 

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Karena keputihan Anda kemungkinan besar termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam yang jika terjadi berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan pada organ reproduksi hingga mengganggu kesuburan untuk memiliki keturunan. Keputihan abnormal yang mungkin Anda alami dapat disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur / antibiotik / antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. Oleh karena itu kami sarankan Anda memeriksakan kondisi Anda ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mengetahui penyebab dari keputihan yang Anda alami sehingga Anda mendapat penanganan yang optimal. Untuk memastikan apakah Anda tertular penyakit menular seksual, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan keputihan atau pemeriksaan lainnya yang diduga dapat membantu menunjang diagnosis.

Berikut, kami sertakan artikel yang dapat Anda akses untuk menambah informasi:

Keputihan

Jangan Remehkan Keputihan

Hati-Hati Dengan Keputihan

Penyebab Keputihan Abnormal

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar