Sukses

Asma dalam Kehamilan

20 Mar 2015, 13:56 WIB
Wanita, 24 tahun.

pagi dok, saya sedang hamil 5 bulan& saya penderita asma yg cukup berat, jadi saya sering sekali terserang sesak nafas karna mencium aroma parfum ataupun pewangi lainnya dan bahkan tanpa sebab yg pasti, asma saya sering datang tiba2. Apakah boleh saya tetap memakai obat semprot asma saya (ventolin) ? terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Asma yang dapat membahayakan kehamilan adalah asma berat yang tidak terkontrol. Pada serangan asma berat, komplikasi dapat terjadi baik bagi ibu maupun bagi janin. Komplikasi asma dalam kehamilan  dapat berupa turunnya asupan oksigen ke janin, berat badan janin rendah, pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur, sampai kematian janin. Pada ibu, asma berat yang tidak terkontrol dapat berujung pada kematian ibu.

Apabila seorang wanita memiliki asma dan sedang hamil, maka sangatlah penting mendiskusikan hal ini dengan dokter dalam hal perencanaan pengobatan asma dalam kehamilan sampai mencegah serangan asma.

Asma sendiri dapat membaik, memburuk, atau tidak berubah selama kehamilan. Variasi derajat serangan asma ini dipengaruhi oleh berbagai hal, baik perubahan kadar hormonal, paparan antigen janin, sampai perubahan kekebalan tubuh sang ibu.

Pada kebanyakan wanita, serangan asma umumnya terjadi pada tiga bulan terakhir dari masa kehamilan. Sebelum hal ini terjadi, pastikan Anda sudah mendiskusikan hal ini dengan dokter agar asma dapat terkontrol dengan baik.

Untuk mencegah risiko gangguan kesehatan pada janin akibat asma, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan :

  • Mengetahui dan mengatasi pemicu asma. Kenali dan hindari pencetus asma Anda (polusi, asap rokok, debu, dingin, bulu hewan, stres)
  • Berhenti merokok. Rokok sendiri tidak baik untuk kehamilan dan dapat memicu serangan asma serta menghalangi kerja obat asma. Asap rokok yang berasal dari lingkungan juga sebaiknya dihindari
  • Berkonsultasilah ke dokter sejak awal kehamilan dan mintalah dokter untuk menyiapkan penanganan asma Anda secara tertulis
  • Periksakan kehamilan secara teratur
  • Gunakan obat sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter
  • Bila kehamilan Anda semakin membesar, rajinlah selalu melakukan senam hamil untuk berlatih bernapas dengan baik dan melatih otot tubuh

Selama kehamilan trimester pertama, sebaiknya memang tidak menggunakan obat-obatan dikarenakan trimester ini adalah masa pembentukan organ si kecil sehingga sangat rentan akan terjadinya kelainan kongenital atau kecacatan pada janin.

Penelitian membuktikan bahwa obat-obatan asma dalam bentuk inhalasi (inhaler) atau obat yang dihirup, aman diberikan selama masa kehamilan dan tidak berefek teratogenik (menyebabkan kecacatan pada janin). Hal ini disebabkan karena kadar obat di dalam satu ‘puff’ inhalasi tersebut tidak besar dan langsung bekerja ke paru sehingga tidak berbahaya bagi janin. Meskipun inhaler untuk serangan asma tergolong aman, tentunya penggunaan obat-obatan ini tetap harus di bawah pengawasan dokter.

Selama kehamilan memang sebaiknya Anda menghindari penggunaan obat-obatan sebelum dikonfirmasikan keamanannya oleh dokter.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar