Sukses

Masih Kerap Merasakan Sesak Nafas Dan Dada Tidak Nyaman

02 Feb 2015, 13:46 WIB
Pria, 35 tahun.

Saya didiagnosa terkena penyakit jantung koroner semenjak 18 Pebruari 2013 karena kerap merasakan sesak nafas. Semenjak itu saya rajin kontrol setiap bulan dan mengkonsumsi obat. 12 Mei 2014 saya terkena heart attack dan saya dirawat di delapan hari di RS. Semenjak saat itu kondisi saya drop. 5 Juli 2014 saya masuk RS lagi karena sesak nafas yang berat. Dan semenjak Juli kondisi saya semakin drop. Sering merasakan sesak nafas dan sering meraskaan dada nyeri atau ngilu diikuti rasa lemas sekujur tubuh. Bahkan kadangkala kalau habis diam lalu dibuat bicara terasa tidak nyaman di ulu hati. Perasaan jadi campur aduk dan tidak enak. Sangat mengganggu aktifitas saya dan pekerjaan saya terbengkalai. Saya memutuskan untuk pasang stent. Saya baru menjalani operasi pemasangan stent di Jakarta. Operasi dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2014 lalu. Hasil kateterisasi ada tiga sumbatan yang berdekatan, 50%, 70% dan 80&. Diputuskan hanya satu stent yang dipasang. Namun hingga sekarang kok masih kerap sesak nafas dan masih kerap terasa ngilu di dada diikuti badan lemas dan perasaan campur aduk? Apa saya harus periksa lagi ke Jakarta?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.  Kemungkinan yang perlu disingkirkan dari keluhan Anda adalah masih adanya gangguan pada suplai pembuluh darah ke jantung. Selain itu, Rasa nyeri dada bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab, bisa dari otot atau tulang, jantung, paru-paru, saluran pencernaan, atau bisa pula karena masalah psikologis.

  • Nyeri karena masalah otot dan tulang biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri seperti ini membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.
  • Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.
  • Nyeri karena saluran pencernaan di daerah dada biasa berhubungan dengan organ lambung (maag) atau esofagus (kerongkongan). Bisa juga menimbulkan rasa asam atau pahit di mulut, dan nyeri ulu hati. Nyeri ini dapat berkurang dengan pemberian obat lambung atau maag. 
  • Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung misalnya jantung berdebar debar, keringat dingin, disertai nyeri yang menjalar ke lengan.
  • Nyeri dada bisa juga disebabkan oleh masalah psikologis, tetapi ini baru dipikirkan bila masalah-masalah lain sudah bisa disingkirkan.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual. Bagaimana dengan Anda? Nyeri karena masalah otot dan tulang biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri seperti ini membaik dengan antinyeri seperti parasetamol atau obat antiinflamasi lain.

Sayang sekali Kami tidak dapat menentukan penyabab mana yang menjadi alasan dari keluhan Anda jika hanya berdasarkan informasi yang Anda utarakan tersebut. Dibutuhkan lebih banyak informasi dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan penunjang untuk menyakinnya. Untuk itu,kami sarankan Anda kembali berkonsultasi dengan dokter secara langsung.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar